Artikel

MEMBEDAH KEISTIMEWAAN SKU

Oleh Kak Achmad Irfandi – Tim Pusinfo Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Sidoarjo

Pusinfo – Peserta didik dalam gerakan pramuka sungguh beruntung diwadahi dalam gerakan pramuka. Karena gerakan pramuka mendorong peserta didik untuk mengembangkan segala dimensi kepribadiannya secara seimbang. Secara umum gerakan pramuka menggarap lima aspek pengembangan diri peserta didik. Aspek-aspek itu biasa disebut dengan area pengembangan. Di antaranya adalah spiritual, emosional, sosial, intelektual, dan fisik. Kelima aspek tersebut disingkat dengan jembatan keledai “sesosif”. Lima aspek ini dijabarkan dalam poin-poin kecakapan dalam syarat kecakapan umum. Syarat kecakapan umum ini menjadi kurikulum wajib pendidikan kepramukaan di setiap golongannya.

Area pengembangan spiritual meliputi pengetahuan dan pemahaman yang mendalam tentang kekayaan spiritual manusia. Seperti hubungan manusia dengan Tuhan-Nya. Dalam hal ini sangat dikaitkan dengan agama dan keyakinan peserta didik. Namun agama juga mengatur hubungan antar sesama manusia, manusia dan alam, dan manusia dengan dirinya sendiri. Sehingga pada akhirnya manusia dapat menjamin keseimbangan dalam hidupnya.  Tujuan dari area pengembangan spiritual ini adalah membantu memperdalam dan memperkuat keimanan, ketaqwaan dan mensyukuri kebesaran Tuhan Yang Maha Esa dengan melaksanakan segala perintahnya dan menjauhi semua larangannya.

Area pengembangan emosional meliputi pengembangan yang berkaitan dengan perasaan dan cara mengungkapkan emosi. Emosi adalah aspek yang berperan membentuk kepribadian seseorang dalam hidupnya. Emosi adalah alat menuju kedewasaan. Semakin besar fungsi pengendalian seseorang terhadap emosi, maka ia semakin dewasa dan bijak dalam hidupnya. Perkembangan masa anak-anak ke masa remaja menjadikan adanya pematangan emosional dalam diri individu. Tujuan dari area pengembangan emosi ini adalah membantu pramuka dalam menumbuh kembangkan emosinya secara wajar, menghargai perasaan orang lain dan dapat mengelola emosinya dengan baik.

Area ketiga adalah area pengembangan sosial. Area ini meliputi kemampuan individu dalam berhubungan dengan orang lain. membangun kerjasama dan kepercayaan serta saling memimpin dan dipimpin. Secara normal, remaja pra dewasa berhubungan sosial dengan tujuan meningkatkan eksistensi dirinya di mata orang lain. gerakan pramuka berupaya mengarahkan hal tersebut ke arah yang positif. Tujuan dari area pengembangan sosial ini adalah membantu pramuka dalam mengembangkan hubungan sosial dengan teman, komunikasi, kemandirian, kerjasama, kepemimpinan, dan solidaritas.

Area pengembangan intelektual menjadi area pengembangan keempat.   Area ini bekerja meliputi pengembangan kemampuan berpikir, berinovasi, menggali pengetahuan, mengaplikasikan pengetahuan yang dimilikinya. Meyelesaikan masalah, mengambil keputusan, dan sebagainya. Tujuannya adalah menjadikan pramuka menjadi pribadi yang mampu berpikir cerdas dan rasional. Sehingga menjadi pribadi yang mampu mengatasi masalah-masalah dalam hidupnya.  Area yang terakhir adalah area pengembangan fisik. Area ini meliputi wilayah pengembangan anggota tubuh, kesehatan, kebutuhan fisik, serta pemeliharaan kesehatan secara fisik. Pramuka tidak hanya dilatih dengan kecerdasan mental saja. Namun juga harus kuat fisiknya dalam menjalani kehidupan. Tujuannya adalah tumbuhnya kesadaran hidup sehat dan bersih, serta dapat menggunakannya untuk hal-hal yang bermanfaat.

Semua area pengembangan ini dijabarkan dalam sayrat-syarat kecakapan umum pramuka. Baik pramuka penegak maupun pramuka pandega memiliki syarat kecakapan yang sesuai dengan perkembangan pribadinya. Tugas pembina adalah mengujikan syarat tersebut kepada peserta didik. Peserta didik yang mampu mencapainya adalah contoh capaian ideal pembinaan pramuka di tingkat kecakapan umum. Jadi semua peserta didik harus diarahkan untuk mencapai syarat-syarat ini melalui serangkaian pengujian oleh pembina. Syarat-syarat ini memiliki bobot materi masing-masing. Alangkah baiknya peserta didik difasilitasi dengan cara diarahkan untuk belajar tentang materinya. Bukan hanya secara tiba-tiba diuji tanpa ada pembelajaran sebelumnya. (Kak Soek)

Anda mungkin juga suka...

1 Komentar

  1. Arifianto menulis:

    Salam pramuka.
    salam kenal kak Ahmad.
    keistimewaan yg ada dalam SKU memang luar biasa, namun setelah membaca dengan teliti dipanduan penyelesaian SKU SIAGA, bagi saya ada sedikit kekurangan yg dapat membuat kerancuan bagi pembina dilapangan, antara materi SKU siaga mula No. 2 (dapat menghafal dwi satya dan dwi darma) dengan pencapaian pengisian SKU.
    menurut saya, untuk anak siaga mula (kelas 1 / usia 7 tahun) semester awal bisa menghafal dwi satya dan dwi darma sudh cukup luar biasa. sedangkan untuk pengembangan isi/kandungan dwi satya/darma dapat dilanjutkan pada tingkat diatasnya (siaga bantu).
    namun di buku panduan pembina dalam pencapaian SKU, anak” dibebankan untuk menyebutkan isi/kandungan.
    sekian kak, ahmad
    pendapat dari saya, mohon maaf jika terdapat kekurangan. mohon bimbingan dan arahannya untuk menjadi lebih baik.
    salam pramuka

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.