Berjalan 2 Kilometer hingga Taklukkan Beragam Ujian, Inilah Perjuangan Pramuka SMK Plus NU Sidoarjo
Pramuka Delta – “Disiplin, berani dan setia berakhlak mulia…..”
Sepenggal lirik dari mars Pramuka yang menjadi pemantik kakak-kakak Dewan Ambalan KH. Wachid Hasyim-Fatmawati Gugus Depan 01.231–01.232 Pangkalan Pramuka SMK Plus NU Sidoarjo. Untuk melaksanakan dan menyelesaikan Ujian Tanda Kecakapan Khusus Bantara-Laksana Penegak di Bumi Perkemahan Lumbung Wit-witan, Trawas-Mojokerto.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari itu (26–28 Juni 2026), mengusung tema “Membangun Generasi Tangguh, Berjiwa Pancasila melalui Kemah Kebangsaan”. Dengan peserta yang terdiri atas 6 calon Penegak Bantara dan 5 calon Penegak Laksana.

Ujian TKK merupakan salah satu syarat untuk memperoleh Tanda Kecakapan Khusus pada penempuhan pramuka penegak Bantara maupun Laksana. Tingkatan ini dicapai setelah anggota menyelesaikan serangkaian ujian SKU dan dilantik.
Di awali dengan berjalan kaki menuju bumi perkemahan sejauh 2 Km, dari pos penurunan peserta. Mereka tetap menunjukkan disiplin, semangat, kompak, hingga seluruh rangkaian kegiatan sampai hari terakhir dapat berlangsung dengan lancar, tertib, dan penuh makna.


Syarat Kecakapan Khusus yang diujikan antara lain TKK berkemah (diri tenda), memasak, menjahit, PPPK, pengamat, dan tanda jejak (jelajah). Serta terdapat materi manajemen organisasi dan public speaking. Di akhiri dengan scout game di hari ketiga (Minggu) yang berisikan giat individu dan berkelompok.
Kegiatan ini dibuka oleh Kepala SMK Plus NU Sidoarjo, Kak Mohammad Zakariya, M.Pd. Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa tujuan Kepramukaan yaitu melatih adaptasi, kedisiplinan, keterampilan, dan semangat pantang menyerah seorang Pramuka.
“Kegiatan ini bertujuan melatih peserta beradaptasi dengan lingkungan baru serta menerapkan Dasa Darma Pramuka poin ke-6, yaitu rajin, terampil, dan gembira. Nilai tersebut membentuk pribadi yang disiplin, memiliki keterampilan, bersemangat, pantang menyerah, serta siap menghadapi berbagai tantangan sesuai makna tunas kelapa sebagai Pramuka yang bermanfaat dan terus berkembang,” ucapnya.
Keseruan kegiatan nampak sejak hari pertama hingga terakhir. Kepemimpinan, kerjasama tim, kedisiplinan, serta penyelesaian berbagai tantangan berhasil mereka selesaikan dengan baik.
Salah satu penguji TKK, yakni Kak Idin ikut memberikan komentarnya.
“Walaupun peserta tahun ini sedikit, semangat dan kekompakannya tetap luar biasa dan tidak kalah dari tahun sebelumnya. Ke depannya diharapkan kegiatan Pramuka semakin baik, inovatif, dan terus mengalami peningkatan dalam kualitas pelaksanaannya,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta mampu menyandang tingkat Penegak Bantara maupun Penegak Laksana dengan penuh tanggung jawab serta menjadi generasi Pramuka yang tangguh, berkarakter, dan berjiwa Pancasila sesuai dengan tema kegiatan.
“Selama mengikuti Bantara, saya sangat bersemangat karena mendapatkan pengalaman baru melalui berbagai tantangan yang seru serta memahami arti kebersamaan.Kegiatan ini juga mengajarkan saya tentang kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, dan kemandirian.” ucap Ghita Asilah Hamzah salah satu peserta.


Pramuka bukan sekedar tentang baris berbaris. Bukan pula hanya terik matahari dan latihan fisik semata. Lebih dari itu, Pramuka adalah ruang belajar kehidupan. Di dalamnya ada proses, kebersamaan, serta pengalaman yang membentuk karakter dan ketangguhan diri.
Sebagaimana yang disampaikan oleh Robert Baden-Powell dalam Scouting for Boys, pendidikan sejati bukan hanya diperoleh di ruang kelas, tetapi melalui pengalaman nyata di lapangan.
Pramuka mengajarkan arti kebersamaan, kepedulian, tanggung jawab dan bermakna. Bukan hanya menjadi peserta kegiatan, tetapi menjadi pribadi yang terus tumbuh dan berkembang. [Red]

Kontributor : Cahyani Silvi – Tim Jurnalis Pramuka SMK Plus NU Sidoarjo;

Pewarta : Agus Andrianto,CSHT,. CT.HLC. – Tim Pusinfo Kwarcab Sidoarjo;
Share this content:















