Kwarran Porong Gembleng Penegak Pramuka Lewat Pelatihan Keprotokoleran
Pramuka Delta – Gerakan Pramuka Kwartir Ranting (Kwarran) Porong terus berupaya meningkatkan kualitas dan kapasitas anggota mudanya melalui kegiatan Pelatihan Keprotokoleran yang digelar pada Sabtu, 17 Mei 2026. Kegiatan ini diikuti oleh Andalan Binamuda Kwarran Porong serta Pramuka Penegak dari berbagai gugus depan di wilayah Kwarran Porong.


Pelatihan berlangsung dengan penuh antusias dan menjadi ruang pembelajaran penting bagi peserta dalam memahami tata kelola acara resmi secara profesional, tertib, dan bermartabat. Tidak hanya berfokus pada teori, peserta juga dibekali wawasan praktis mengenai dunia keprotokoleran yang sangat dibutuhkan dalam berbagai kegiatan organisasi maupun kehidupan bermasyarakat.
Kegiatan dibuka langsung oleh Ketua Kwarran Porong, Kak Makhnun Niroh, S.Pd.SD. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya pengembangan keterampilan nonteknis bagi anggota Pramuka Penegak agar mampu tampil percaya diri, terampil berkomunikasi, dan siap menjadi penggerak kegiatan di lingkungan masing-masing.


“Kami berharap seluruh peserta mengikuti pelatihan ini dengan sungguh-sungguh agar ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dalam kegiatan Pramuka maupun di tengah masyarakat. Kegiatan pengembangan kemampuan seperti ini perlu terus diperbanyak untuk membentuk Penegak yang berkualitas dan siap memimpin,” ujarnya.
Beliau juga menyampaikan harapan agar pelatihan serupa seperti pelatihan dirigen, memimpin doa, hingga pelatihan master of ceremony (MC) dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari proses pembinaan karakter dan keterampilan anggota Pramuka Penegak di Kwarran Porong.


Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi langsung dari Kak Uays Hasyim, S.E., M.M., yang sehari-hari menjabat sebagai Plt Kasubbag Protokol pada Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Kabupaten Sidoarjo. Kehadiran praktisi keprotokolan ini memberikan pengalaman belajar yang lebih kontekstual dan aplikatif bagi seluruh peserta.
Pada sesi materi, peserta dikenalkan pada dasar-dasar keprotokoleran meliputi tata tempat, tata upacara, dan tata penghormatan sesuai ketentuan resmi keprotokolan. Selain itu, peserta juga mempelajari teknik pengaturan tamu VIP, penempatan kursi kehormatan, tata penyambutan tamu, hingga pengelolaan jalannya acara agar berjalan tertib dan profesional.


Tidak hanya itu, materi mengenai pengendalian rundown acara, koordinasi dengan MC, pengaturan waktu, hingga pentingnya komunikasi dan kepemimpinan dalam tim protokol turut menjadi bagian penting dalam pelatihan tersebut. Peserta diajak memahami bahwa keberhasilan sebuah acara sering kali ditentukan oleh kesiapan dan ketelitian tim protokol di balik layar.
Dalam penyampaiannya, Kak Uays Hasyim menegaskan bahwa tugas protokol bukan sekadar mengatur acara atau menjadi pembawa acara semata. Menurutnya, protokol adalah pihak yang menjaga ritme kegiatan, kehormatan lembaga, sekaligus menjadi problem solver ketika terjadi kendala di lapangan.


Suasana pelatihan berlangsung interaktif dan penuh semangat. Para peserta tampak aktif bertanya, berdiskusi, serta mengikuti simulasi keprotokoleran yang diberikan pemateri. Hal ini menunjukkan tingginya minat anggota Pramuka Penegak terhadap keterampilan kepemimpinan dan manajemen acara.
Suasana pelatihan berlangsung interaktif dan penuh semangat. Para peserta tampak aktif bertanya, berdiskusi, serta mengikuti simulasi keprotokoleran yang diberikan pemateri. Hal ini menunjukkan tingginya minat anggota Pramuka Penegak terhadap keterampilan kepemimpinan dan manajemen acara.[Red]
![]() | Kontributor : Roiq Hidayat l Anru Humas, Abdimas, dan Pramuka Peduli; |
![]() | Pewarta : Uays Hasyim, SE., MM., CT.HLC., CPS I Kapusdatin Kwarcab Sidoarjo; |
Share this content:




















