Latihan Gabungan Penegak Kwarran Sidoarjo: Dari Ajang Berkumpul Menjadi Ruang Tumbuh dan Berkarya Bersama
Pramuka Delta – Semangat kolaborasi dan penguatan jejaring antar-gugus depan terus digelorakan oleh Gerakan Pramuka Kwartir Ranting (Kwarran) Sidoarjo melalui Program Latihan Gabungan Pramuka Penegak Tahun 2026. Kegiatan yang menjadi bagian dari program strategis Bidang Pembinaan Anggota Muda Penegak tersebut kembali digelar pada Jumat (22/5/2026) dan bertempat di Pangkalan Ambalan Tjokronegoro–Dewi Sekardadu SMAN 3 Sidoarjo.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 15.30 hingga 17.00 WIB tersebut diikuti oleh Pramuka Penegak dari berbagai gugus depan di wilayah Kwarran Sidoarjo. Kehadiran para peserta tidak hanya menjadi ajang silaturahmi antaranggota Pramuka Penegak, tetapi juga menjadi ruang belajar bersama untuk memperkuat kompetensi, karakter, dan semangat pengabdian sebagai generasi muda penerus bangsa.
Program Latihan Gabungan Penegak merupakan salah satu inovasi pembinaan yang dikembangkan Kwarran Sidoarjo sebagai upaya membangun ekosistem kepramukaan yang lebih terbuka, kolaboratif, dan adaptif terhadap tantangan zaman. Melalui kegiatan ini, setiap gugus depan diberikan kesempatan untuk berbagi pengalaman, metode pembinaan, serta praktik-praktik baik yang selama ini dikembangkan di pangkalannya masing-masing.
Pada pelaksanaan latihan gabungan kedua ini, Ambalan Tjokronegoro–Dewi Sekardadu SMAN 3 Sidoarjo mendapat kehormatan menjadi tuan rumah sekaligus penggerak kegiatan. Peran aktif yang ditunjukkan para Penegak SMAN 3 Sidoarjo menjadi bukti nyata komitmen mereka dalam mendukung program pembinaan berkelanjutan yang diinisiasi Kwarran Sidoarjo.
Dukungan penuh juga diberikan oleh pihak sekolah. Kamabigus SMAN 3 Sidoarjo, Kak Wiwik Tri Ernawati, S.Sos., M.H., bersama para pembina memberikan apresiasi atas keterlibatan aktif para peserta didik dalam kegiatan kepramukaan. Dukungan tersebut menjadi energi positif yang terus mendorong para Penegak untuk berkembang, berprestasi, dan menghadirkan manfaat nyata bagi lingkungan sekitarnya.


Berbeda dari pola latihan konvensional yang umumnya berfokus pada materi teknis kepramukaan, latihan gabungan kali ini mengangkat tema pengembangan kecakapan hidup (life skill) melalui pencapaian Tanda Kecakapan Khusus (TKK) Penjahit. Tema tersebut dipilih sebagai implementasi nyata dari butir kedua Tri Satya, yaitu “ikut serta membangun masyarakat”.
Dalam sesi praktik, setiap peserta memperoleh bahan dan peralatan yang telah disiapkan panitia untuk kemudian mengolahnya menjadi produk sederhana berupa gantungan kunci hasil karya sendiri. Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya belajar keterampilan dasar menjahit, tetapi juga dilatih untuk berpikir kreatif, teliti, produktif, dan mandiri.
Konsep pembelajaran kolaboratif yang diterapkan dalam latihan gabungan ini menjadi salah satu kekuatan utama program. Setiap gugus depan didorong untuk berbagi metode pencapaian TKK yang selama ini diterapkan di pangkalannya masing-masing. Dengan demikian, proses pembinaan menjadi lebih kaya, variatif, dan mampu melahirkan inovasi-inovasi baru yang dapat diterapkan secara luas di lingkungan Pramuka Penegak.
Lebih dari sekadar kegiatan rutin, latihan gabungan telah berkembang menjadi ruang tumbuh bersama bagi para Penegak. Di dalamnya terbangun komunikasi lintas sekolah, pertukaran gagasan, serta jejaring kolaborasi yang akan menjadi modal penting dalam membangun gerakan kepramukaan yang lebih kuat dan relevan dengan kebutuhan generasi muda saat ini.
Melalui forum seperti ini, para Penegak tidak hanya ditempa menjadi individu yang terampil, tetapi juga dilatih menjadi pemimpin muda yang adaptif, kreatif, dan solutif dalam menghadapi berbagai persoalan di masyarakat. Mereka belajar bahwa Pramuka bukan hanya tentang kegiatan lapangan, melainkan juga tentang kemampuan memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan sekitar.
Kwarran Sidoarjo meyakini bahwa masa depan Gerakan Pramuka akan sangat ditentukan oleh kemampuan gugus depan dan kwartir dalam membangun budaya kolaborasi. Karena itu, program Latihan Gabungan Penegak diharapkan terus menjadi wadah strategis untuk mempererat sinergi antarambalan sekaligus memperkuat kualitas pembinaan anggota muda di wilayah Kecamatan Sidoarjo.
Melalui semangat “bersama bertumbuh dan bersama mengabdi”, Pramuka Penegak SMAN 3 Sidoarjo bersama seluruh peserta latihan gabungan telah menunjukkan bahwa mereka bukan sekadar peserta kegiatan, melainkan agen perubahan (agent of change) yang siap membangun ekosistem kepramukaan yang solid, progresif, dan berdampak luas bagi masyarakat, bangsa, dan negara.[JP-Red]
— Kontributor Berita : Kak Farida l Pembina Gudep Pramuka SMA Negeri 3 Sidoarjo —
Share this content:


















