Desain Ulang Latihan Pramuka Anda di Gugus Depan, Jika tidak Anda akan ditinggalkan !

Ditulis oleh : Kak Uays Hasyim, SE., MM., CT.HLC., CPS – Kapusinfo Kwarcab Sidoarjo

Pusinfo – Banyak orang yang bergumam dengan jelas, tetang “Dari Kecil ikut pramuka kalau besar bisa jadi apa ?”, atau “Lho sudah besar kok masih ikut pramuka, ndak bosan apa ?”, yang lebih parah lagi ketika kita berjalan melewati kerumunan orang, tak segan mereka ‘menyapa’ dengan sapaan akrab namun cenderung sindiran negatif halus, “Salam Pramuka, tepuk pramuuuuuka”.

Bahkan pernah suatu kali kami berkegiatan di bumi perkemahan Puthuk Panggang Welut Desa Nogosari Kec. Pacet Kabupaten Mojokerto yang dikemas berkemah dalam event Gladian Pemimpin Sangga – DIANPINSA. Saat itu kami sedang berjalan disekitaran bumi perkemahan yang banyak warung-warung di kanan kirinya sebagai tempat kongkow-kongkow bareng anak muda, dengan santainya kami berjalan dengan seragam pramuka lengkap plus topi BP, tiba-tiba dari arah sebuah warung terceletuk suara keras dari segerombolan anak muda penikmat kegiatan berkemah, “Selamat pagi kakaaaaak, pinjam hp-nya kakaaaaak, .. “ dengan logat Indonesia Timur yang dibuat-buat, tentunya dengan maksud gurauan yang disambut derai tawa seluruh temannya sekitar 12 orang, seolah hal itu adalah bahan terlucu Stand Up Comedy sebagaimana trend hiburan komedian diberbagai televisi dan media sosial.

Kami marah ?? … Tidak !, Namun akhirnya kami berpikiran keras, bahwa Tidak semua orang menggemari pramuka, namun setiap orang membutuhkan pramuka sebagai salah satu kegiatan yang akan membangun karakter setiap orang dengan sangat lengkap. Lihatlah bagaimana pramuka mendesain 10 Kebaikan yang harus menjadi santi aji – pegangan utama setiap anggota pramuka dalam menjalani kehidupan. Lihatlah pula bagaimana 3 janji kesetiaan dalam kebaikan yang harus selalu diterapkan oleh setiap anggota pramuka dalam menjalani proses kehidupa.

Prinsip Dasar dan Metode Kepramukaan yang dibuat oleh gerakan pramuka, rasanya lebih dari cukup untuk mendorong pendidikan karakter sebagaimana yang dibutuhkan oleh masyarakat agar dapat tumbuh dan berkembang menjadi bagian dari pendidikan karakter bangsa Indonesia. Internalisasi yang selama ini ada dan efektif adalah melalui kegiatan yang ada di gugus depan lewat latihan rutin.

Jika kita amati kembali, bagaimana gugus depan menjalankan perputaran roda latihan rutin pramukanya, maka kita akan semakin tahu dimana posisi nilai tawar pramuka kepada peserta didik. Taruhlah misal kita berada di gugus depan sekolah yang memiliki peserta didik lebih dari 450 siswa, prosentase ideal sesungguhnya minimal 10% dari siswa terlibat aktif dalam kepramukaan di gugus depannya. Secara matematis kisaran 40 s.d 50 siswa dapat menjadi anggota pramuka aktif dan produktif, yang sekaligus menjalankan roda penggerak berlatih pramuka secara rutin di gugus depannya.

Namun masalahnya, banyak latihan pramuka yang hanya dijadikan sebagai “gugur kewajiban” semata. Tidak dikelola dengan profesional dan maksimal, ini masalah terkecilnya. Jangan tanya bagaimana kebijakan diproduksi, apakah lebih berpihak kepada pramuka atau kepentingan tertentu. Tidak sedikit sekolah yang memproduksi kebijakan yang terkadang malah mengkebiri laju organisasi gerakan pramuka di gugus depan.

Kalau ingin bertahan, maka tidak ada pilihan lain selain harus membuat terobosan baru, cara-cara yang baru dengan tetap mempertimbangkan cara-cara lama yang masih relevan dengan kondisi saat ini yang katanya serba kekinian. Menemukan cara-cara baru, gaya baru, metode baru memanglah tidak mudah, namun tidak ada yang sulit bagi pembina-pembina pramuka yang kreatif. Taruhlah misal cara yang paling sederhana didalam menemukan cara baru dalam latihan pramuka dengan mengkombinasikan kemauan kekinian peserta didik dan metode kepramukaan yang sudah ada serta mengemasnya menjadi kegiatan yang memilik daya tarik siapapun untuk mengikutinya.

Mungkin dengan cara yang lebih terbuka, tidak terkesan eksklusif dalam latihan pramuka, akan menjadi sebuah cara sederhana untuk menarik minat dan keinginan calon anggota pramuka bergabung dalam kegiatan kepramukaan yang ada di gugus depan. Namun demikian, ada 2 cara sederhana yang dipastikan dapat membuat siapapun tertarik untuk terlibat bergiat kepramukaan, yakni :

Kebutuhan, Jadikan Pramuka sebagai sebuah kebutuhan individu;

Ada banyak ilmu pengetahuan, pengalaman, networking, peningkatan karakter & kepribadian yang bisa didapatkan oleh mereka yang bergabung menjadi anggota pramuka. Tidak hanya itu, scouting skill, life skill, soft skill semisal kemampuan public speaking, lobi dalam tataran komunikasi dan koordinasi, kepemimpinan, manajemen diri dan organisasi dan segudang kemampuan lainnya dapat secara murah dan alamiah diperoleh oleh setiap anggota pramuka yang memang fokus dalam pemikiran bertumbuh – mindset growth.

Pembina harus memiliki Sense of belonging yang merupakan sebuah perasaan yang terkait dengan rasa memiliki yang ada dalam diri seseorang. Perasaan memiliki ini mengacu pada perasaan dikenali, diterima, aman, nyaman, diperhatikan, dan juga didukung oleh orang lain atau suatu kelompok. Sense of belonging biasanya terkait dengan kelompok atau organisasi, yang mana para anggotanya memiliki keterikatan dengan kelompok tersebut.

Baca Juga  Bekali 90 orang Pramuka Penggalang dengan Ketrampilan Multimedia, Manfaatkan Untuk Publikasi Pramuka

Melalui Sense of belonging sedikitnya ada 4 manfaat yang akan diperoleh, diantaranya :

1. Sense of Belonging Membentuk Perilaku yang Positif

Seseorang yang memiliki sense of belonging atau rasa memiliki akan cenderung merasa terikat, memiliki empati yang tinggi, memiliki rasa peduli kepada orang lain, dan memiliki motivasi untuk berkembang serta memberdayakan dirinya sendiri. Sebab, seseorang yang mempunyai  sense of belonging akan mencerminkan perlakuan yang diberikan oleh orang lain di sekitarnya, yakni menerima dirinya, memperhatikan dirinya, membuatnya merasa aman dan nyaman, dan sebagainya.

2. Sense of Belonging Membentuk Etos Kerja yang Baik

Seperti yang telah dijelaskan di atas, orang yang memiliki sense of belonging akan memiliki motivasi untuk mengembangkan dirinya, salah satu bentuknya adalah produktif dalam bekerja. Rasa memiliki menjadi pendorong yang kuat bagi seseorang untuk dapat bekerja secara maksimal, secara kreatif, dan juga secara profesional. Maka itu, sense of belonging dapat dikatakan bermanfaat untuk mengembangkan etos kerja menjadi tinggi.

3. Rasa Memiliki atau Sense of Belonging Membentuk Citra Organisasi dan Loyalitas

Dengan adanya sense of belonging, kesan seseorang terhadap suatu kelompok atau organisasi dapat berubah. Misalnya, tadinya kesan seseorang yang baru bergabung di suatu perusahaan yang baru hanya sekedar kesan biasa saja, untuk mencapai tujuan pribadinya, yakni bekerja dan mencari penghasilan.

Kesan tersebut pada awalnya hanya transaksional saja, tetapi seiring dengan berjalannya waktu, ia merasakan keterikatan dengan organisasi tersebut. Hal ini bisa terjadi, karena ia merasa nyaman dengan lingkungan kerjanya, merasa diterima oleh rekan kerjanya, dan juga merasa aman untuk hidup menjadi bagian dari organisasi tersebut.

Maka itu, ia kemudian akan memiliki sense of belonging, di mana ia menganggap perusahaan tempat bekerjanya adalah bagian dari dirinya, segala urusan dalam perusahaan tersebut sama pentingnya dengan urusan pribadinya yang lain. Hal ini kemudian akan menumbuhkan rasa percaya dan loyalitas kepada perusahaan tersebut.

4. Membuat Bahagia dan Mengurangi Risiko Kesehatan

Hasil sebuah penelitian yang bertajuk “Intelligence, Belongingness, and Mental Health in College Students”, menyatakan bahwa sense of belonging secara keseluruhan dapat meningkatkan kebahagiaan dan kesejahteraan seseorang. Rasa memiliki juga mampu mengurangi berbagai risiko terkena gangguan kesehatan mental, seperti kecemasan sosial, keputusasaan, kecemasan, depresi, kesepian, hingga keinginan untuk bunuh diri.

Nah, sekarang Grameds sudah mengetahui kan mengenai pentingnya memiliki sense of belonging, karena rasa memiliki dapat memberikan berbagai manfaat positif. Lantas, bagaimana caranya untuk membangun rasa sense of belonging? Simak penjelasannya di bawah ini.

Manfaat Memiliki Sense of Belonging

Sense of belonging atau rasa memiliki merupakan salah satu bentuk emosi yang menjadi ekspresi jiwa seseorang. Dari penjelasan pengertian sense of belonging, kita telah mengetahui bahwa rasa memiliki yang ada dalam diri seseorang dapat memberikan berbagai dampak positif bagi orang tersebut, maupun organisasi tempat ia bernaung. Di bawah ini akan diuraikan kembali manfaat dari memiliki sense of belonging untuk memperjelas lagi dan menjawab pertanyaan: mengapa setiap orang harus memiliki sense of belonging?

1. Sense of Belonging Membentuk Perilaku yang Positif

Seseorang yang memiliki sense of belonging atau rasa memiliki akan cenderung merasa terikat, memiliki empati yang tinggi, memiliki rasa peduli kepada orang lain, dan memiliki motivasi untuk berkembang serta memberdayakan dirinya sendiri. Sebab, seseorang yang mempunyai  sense of belonging akan mencerminkan perlakuan yang diberikan oleh orang lain di sekitarnya, yakni menerima dirinya, memperhatikan dirinya, membuatnya merasa aman dan nyaman, dan sebagainya.

2. Sense of Belonging Membentuk Etos Kerja yang Baik

Seperti yang telah dijelaskan di atas, orang yang memiliki sense of belonging akan memiliki motivasi untuk mengembangkan dirinya, salah satu bentuknya adalah produktif dalam bekerja. Rasa memiliki menjadi pendorong yang kuat bagi seseorang untuk dapat bekerja secara maksimal, secara kreatif, dan juga secara profesional. Maka itu, sense of belonging dapat dikatakan bermanfaat untuk mengembangkan etos kerja menjadi tinggi.

3. Rasa Memiliki atau Sense of Belonging Membentuk Citra Organisasi dan Loyalitas

Dengan adanya sense of belonging, kesan seseorang terhadap suatu kelompok atau organisasi dapat berubah. Misalnya, tadinya kesan seseorang yang baru bergabung di suatu perusahaan yang baru hanya sekedar kesan biasa saja, untuk mencapai tujuan pribadinya, yakni bekerja dan mencari penghasilan.

Baca Juga  KENALKAN KUE TRADISIONAL, LESTARIKAN KEARIFAN LOKAL

Kesan tersebut pada awalnya hanya transaksional saja, tetapi seiring dengan berjalannya waktu, ia merasakan keterikatan dengan organisasi tersebut. Hal ini bisa terjadi, karena ia merasa nyaman dengan lingkungan kerjanya, merasa diterima oleh rekan kerjanya, dan juga merasa aman untuk hidup menjadi bagian dari organisasi tersebut.

Maka itu, ia kemudian akan memiliki sense of belonging, di mana ia menganggap perusahaan tempat bekerjanya adalah bagian dari dirinya, segala urusan dalam perusahaan tersebut sama pentingnya dengan urusan pribadinya yang lain. Hal ini kemudian akan menumbuhkan rasa percaya dan loyalitas kepada perusahaan tersebut.

4. Membuat Bahagia dan Mengurangi Risiko Kesehatan

Hasil sebuah penelitian yang bertajuk “Intelligence, Belongingness, and Mental Health in College Students”, menyatakan bahwa sense of belonging secara keseluruhan dapat meningkatkan kebahagiaan dan kesejahteraan seseorang. Rasa memiliki juga mampu mengurangi berbagai risiko terkena gangguan kesehatan mental, seperti kecemasan sosial, keputusasaan, kecemasan, depresi, kesepian, hingga keinginan untuk bunuh diri.

Nah, sekarang Grameds sudah mengetahui kan mengenai pentingnya memiliki sense of belonging, karena rasa memiliki dapat memberikan berbagai manfaat positif. Lantas, bagaimana caranya untuk membangun rasa sense of belonging? Simak penjelasannya di bawah ini.

Cara Membangun Sense of Belonging

Dalam membangun lingkungan organisasi yang positif, memahami diversity atau keberagaman saja tidak cukup. Organisasi membutuhkan sense of belonging yang kuat dari dalam diri para anggotanya, sehingga para anggotanya dapat memiliki rasa tanggung jawab dan melakukan segala kegiatan yang diinisiasi organisasi secara tulus. Setiap individu memiliki kebutuhan untuk merasa diterima, didengar, dilibatkan dan menjadi bagian dari sesuatu yang lebih besar dari dirinya sendiri. Sense of belonging yang kuat dalam diri seseorang akan mendorong individu tersebut untuk menjadi unggul dalam melakukan perannya dan terlibat dengan organisasi.

Dari penjelasan tentang pengertian dan manfaat sense of belonging di atas, kita sudah mengetahui bahwa sense of belonging merupakan salah satu hal penting yang harus dimiliki setiap orang. Membangun sense of belonging tidak hanya dilakukan oleh seorang individu saja, tetapi juga harus dilakukan oleh organisasi atau perusahaan. Sebab, organisasi dan individu yang menjadi anggotanya saling bergantung dan memengaruhi satu sama lain. Berikut ini akan dijelaskan beberapa cara untuk membangun sense of belonging.

1. Membangun Kepercayaan 

Sense of belonging merupakan perasaan memiliki, yang mana setiap individu atau anggota yang tergabung dalam organisasi tersebut antara satu individu dengan yang lainnya saling memiliki ikatan emosional. Ikatan emosional dapat dibentuk dan bisa dijaga dengan baik, jika di antara mereka terdapat rasa percaya antara satu dengan yang lainnya.

Kepercayaan menjadi sebuah landasan yang menentukan baik atau buruknya hubungan dengan orang lain. Jika seseorang tidak memiliki rasa percaya kepada rekan kerja atau anggota timnya, segala kegiatan yang dilakukan mereka akan dianggap membuang-buang waktu saja, karena antar anggota tim komunikasinya kurang atau komunikasi yang mereka lakukan tidak berjalan dengan efektif. Rasa percaya dapat dibentuk secara cepat jika seluruh tim melakukan pendekatan dan memiliki perspektif yang berbeda.

Kepercayaan dalam sebuah organisasi atau tempat kerja kerap kali berpusat pada 2 kategori, yaitu afektif dan kognitif. Kepercayaan kognitif merupakan tahap awal dalam membangun sebuah hubungan yang kuat, yang bermuara pada meyakinkan rekan satu tim bahwa organisasi atau perusahaan akan bekerja bersama mereka untuk menyelesaikan berbagai tugas dan tanggung jawabnya. Dapat dikatakan bahwa kepercayaan kognitif bisa terbentuk dari menanamkan dan mengajarkan kepada orang lain bahwa organisasi tempat mereka bernaung adalah wadah yang tepat bagi mereka.

Kepercayaan afektif merupakan unsur yang membangun hubungan dengan orang lain, dengan dilandasi rasa pengertian yang lebih besar satu sama lain, sehingga menciptakan hubungan yang tahan lama dan lebih dalam. Kepercayaan afektif dapat tercapai dengan meluangkan waktu untuk mengenal orang lain yang menjadi rekan kerja kita, dengan berusaha untuk memahami latar belakang dirinya, apa keterampilannya, apa minatnya, menunjukkan rasa hormat, perhatian, dan juga kehangatan.

Dari penjelasan di atas, kita telah mengetahui bahwa rasa percaya merupakan salah satu unsur yang paling penting. Maka itu, antara sesama anggota dalam organisasi harus selalu berusaha untuk membangun kepercayaan. Jika anda ingin memiliki sense of belonging atas organisasi atau tempat kerja anda, maka langkah pertama yang harus anda lakukan adalah membangun rasa percaya dengan anggota tim atau rekan kerja anda. Lakukan komunikasi yang baik dan efektif, agar kepercayaan bisa terbentuk dan kedekatan bisa terjalin.

Baca Juga  Tingkatkan Kompetensi, Wujudkan Pelatih Pembina Pramuka Sidoarjo yang Cakap, Cerdas, dan Unggul

2. Melakukan Diskusi yang Terbuka

Ketidaktahuan merupakan salah satu masalah yang menghambat setiap individu yang menjadi anggota organisasi. Dengan kata lain, individu yang menjadi anggota organisasi pada umumnya tidak memiliki pengetahuan yang cukup dalam mengenai orang lain yang bekerja dengan dirinya.

Dari masalah tersebut kita dapat mengetahui bahwa salah satu langkah yang dapat dilakukan organisasi adalah melaksanakan diskusi yang bersifat terbuka. Pemimpin organisasi dapat mengajak para anggotanya untuk melakukan sharing, berbagi pengalaman masing-masing, dan melakukan diskusi tentang mengembangkan organisasi.

Pemimpin juga hendaknya mengkomunikasikan visi dan misi organisasi secara terbuka. Diskusi terbuka yang rutin dilakukan akan membuat anggota organisasi merasa bahwa dirinya merupakan bagian dari perusahaan. Antar anggota organisasi juga kemudian dapat saling mendapatkan pengetahuan dan memahami satu sama lain, sehingga jika terjadi sebuah masalah, masalah tersebut dapat diatasi dengan mudah dan cepat.

3. Membangun Budaya Inklusivitas dengan Proaktif

Inklusivitas merupakan konsep yang mengajarkan empati, sikap positif, dan inklusif terhadap orang lain, tanpa memandang latar belakang orang tersebut, perbedaan geografis, dan perbedaan lainnya. Agar dapat membangun sense of belonging, baik dari dalam diri anda atau pada seseorang yang menjadi anggota sebuah organisasi atau perusahaan, perlu untuk menggaungkan budaya inklusivitas secara proaktif.

Membangun budaya yang mengedepankan inklusivitas dengan proaktif, kemudian akan membuat seseorang merasa bahwa organisasi bersikap adil dan tidak ada anggota yang dianggap spesial atau istimewa dalam organisasi. Lalu, anggota organisasi juga dapat merasakan bahwa semua anggota memiliki tanggung jawab dan hak yang sama.

4. Menjaga Fokus Anggota Organisasi

Dalam membangun sense of belonging dari dalam anggota organisasi, salah satu hal yang sangat penting dilakukan organisasi atau perusahaan adalah untuk melibatkan anggota tim dalam segala aspek kegiatan organisasi. Organisasi perlu membuat para anggotanya merasa seperti mereka memiliki andil dalam setiap kegiatan yang dilakukan organisasi dan kehadiran mereka juga berhasil membawa perubahan dalam organisasi. Berikan perhatian khusus bagi setiap anggota organisasi, agar mereka akhirnya dapat fokus pada pekerjaan mereka.

5. Memberikan Apresiasi dan Benefits Kepada Anggota Organisasi

Apresiasi dan benefits adalah dua unsur yang dapat membangun sense of belonging, lebih khususnya di tempat kerja. Setiap orang pastinya ingin diberikan apresiasi atas usaha yang telah mereka lakukan. Salah satu bentuk apresiasi yang dapat diberikan oleh perusahaan adalah dengan memberikan berbagai benefit di luar imbal hasil (gaji) yang pasti akan didapatkan pekerja.

Apresiasi diluar gaji akan membuat karyawan merasa dihargai. Sebab, karyawan dapat merasa bahwa kontribusi mereka memiliki peran yang penting dalam mengembangkan perusahaan. Apresiasi dapat berupa sebuah ucapan sederhana yang menyentuh dan membakar semangat karyawan, atau juga dalam bentuk pemberian bonus. Dengan apresiasi seperti ini, anggota organisasi dapat merasa bahwa kehadirannya diakui dan dihargai. Melalui apresiasi ini juga, karyawan tersebut akhirnya dapat memiliki sense of belonging, sehingga mereka akan memiliki motivasi yang lebih dalam mengerjakan tugasnya, atau dengan kata lain mereka akan lebih giat dalam bekerja.

6. Meningkatkan Ikatan Sosial

Meskipun konteks hubungan dalam sebuah organisasi atau perusahaan merupakan hubungan profesional, sah saja jika antar anggota organisasi membangun hubungan pertemanan yang dekat dan sehat di luar lingkup organisasi. Sebuah laporan yang ditulis oleh Wildgoose, menyatakan bahwa memiliki teman dekat di organisasi dapat meningkatkan kinerja seseorang.

Ketika seseorang memiliki hubungan akrab dengan orang yang bekerja bersama dirinya, maka ia akan merasa memiliki hubungan yang lebih juga dengan organisasi secara keseluruhan. Organisasi dapat melaksanakan berbagai kegiatan untuk meningkatkan ikatan sosial antar anggota organisasi, misalnya dengan mengadakan acara gathering karyawan, mengadakan acara interaktif, atau sekedar acara makan bersama.

7. Menyamakan Visi dan Misi 

Dalam suatu organisasi, setiap anggotanya pasti memiliki opini dan prinsip yang berbeda-beda. Meski begitu, jika setiap kepala memiliki visi dan misi yang sama, maka perbedaan tersebut dapat diatasi dengan mudah, dan pikiran mereka dapat disatukan. Maka itu, dalam menentukan visi dan misi, hendaknya dilakukan bersama-sama dengan anggota organisasi.

Selain untuk menyatukan perbedaan pemikiran, mereka juga akan merasa diterima dan dilibatkan oleh organisasi, dan akhirnya mereka akan terdorong untuk memberikan kontribusi yang tulus dan nyata. Visi dan misi yang dibuat bersama hendaknya juga tidak melenceng dari visi dan misi utama organisasi. Melainkan, harus disesuaikan dengan budaya dan tujuan organisasi secara keseluruhan.

Penghargaan, Memanusiakan manusia dalam tataran kemanusiaan;

Share this content:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *