“No Viral, No Work” – Sebuah Kajian Pramuka Melek Publikasi di Dunia Digital yang Menggila

Pusinfo“No Viral, No Work” sebuah ungkapan sederhana, namun saat ini merupakan tamparan bagi mereka yang tidak melek akan publikasi dikondisi kekinian yang saat ini pasti kita alami. Suka atau tidak, kegiatan yang kita lakukan haruslah terpublikasi kepada masyarakat secara sekala luas.

Jika kita tidak mempublikasikan apa yang kita lakukan, selama itu hal yang positif, maka seolah-olah kita dianggap tidak bekerja. Kok bisa ? .. Di era keterbukaan informasi publik saat ini, ranah publikasi seolah menjadi sebuah kebutuhan dan inspirasi bagi siapa saja.

Pengalaman sejak dilantik menjadi Kepala Pusat Informasi Gerakan Pramuka tanggal 04/02/2022, pengelolaan media komunikasi dan publikasi gerakan pramuka Kwartir Cabang Sidoarjo praktis menjadi tanggung jawab Pusat Informasi Gerakan Pramuka (Pusinfo) Kwarcab Sidoarjo yang Jukrannya baru keluar kisaran tahun 2018.

Awal tahun 2022 kami ingat betul jumlah kunjungan website www.pramukadelta.org saat itu sekitar 22.000 kunjungan dengan rata-rata 1 pengunjung melakukan klik berita atau informasi sebanyak 4 kali, maka perkiraan pengunjung sekitar 5.500 orang, dimana keberadaan website sebagai media publikasi sentral Kwarcab Sidoarjo sudah ada sejak lebih dari 5 tahun berselang ke belakang.

“Sebaik apapun kegiatan-kegiatan kepramukaan yang kita kerjakan, jika tidak dapat terpublikasikan dengan baik, maka kecil kemungkinan kepercayaan masyarakat akan meningkat terhadap gerakan pramuka”.

Sebuah keyakinan yang kami pegang teguh sebagai upaya untuk melakukan Rebranding Pramuka melalui media dan kanal pemberitaan yang mudah dijangkau masyarakat. Berbagai macam kegiatan bermuatan positif yang diselenggarakan oleh Gerakan Pramuka, tentunya harus diberitakan kepada masyarakat sebagai wujud pemenuhan akan 2 hal, yakni :

Pertanggungjawaban Sosial;

Keberadaan gerakan pramuka yang lahir, tumbuh dan besar di tengah-tengah masyarakat dengan berbagai macam kegiatan maupun problematikanya, haruslah disampaikan kepada masyarakat. Tidak hanya itu saja, kontribusi besar masyarakat dalam mendukung kemajuan gerakan pramuka selama ini tidak bisa dipungkiri.

Baca Juga  Pesta Siaga & LT 1 Pramuka SDN Sepande

Maka publikasi yang berkualitas oleh gerakan pramuka akan kegiatan, kebijakan, permasalahan dan upaya-upaya memajukan gerakan pramuka ke depan sangatlah dibutuhkan. Selain itu juga untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan informasi dan literasi yang berdampak sebagai wujud pertanggungjawaban sosial gerakan pramuka kepada masyarakat.

Peningkatan Kepercayaan Masyarakat;

Meski telah banyak berbagai kegiatan kepramukaan yang diakui memiliki dampak peningkatan kualitas kepribadian, karakter dan kemajuan organisasi, namu kita juga harus mengakui adanya penurunan kepercayaan masyarakat kepada gerakan pramuka. Hal ini terjadi disebabkan oleh beberapa pemberitaan kegiatan yang bersifat negatif, apakah karena kondisi alam ataukah pribadi yang menciderai gerakan pramuka secara morak dan sosial.

Belum lagi dengan lemahnya pemberitaan-pemberitaan kegiatan pramuka yang hampir sebagian besar tidak dikelola dengan profesional. Kencederungan kegiatan-kegiatan pramuka yang selama ini diselenggarakan, terkadang hanya dijadikan status dimedia sosial dengan menyertakan foto saja tanpa diikuti dengan pemberian narasi yang berkualitas. Ini terjadi dikarenakan rendahnya literasi kita, meskipun selama ini kita merasakan di pramuka cukup diberikan bekal akan kemampuan ini, namun demikian kenyataannya berkata sebaliknya.

Upaya nyata melalui kerja keras setiap anggota pramuka untuk berusaha mempublikasikan dengan baik setiap kegiatan-kegiatan kepramukaan harus ditumbuhkembangkan pada setiap individu anggota pramuka. Lembaga Kwartir, organisasi pendukung seperti Pusinfo, Pusdik maupun gugus depan memiliki peran sentral dalam mengawal publikasi kegiatan pramukaan secara masif.

Keharusan dalam melek publikasi akan kegiatan-kegiatan kepramukaan juga harus ditanamkan kepada adik-adik selaku peserta didik di gugus depan. Dilatihan pramuka yang secara rutin diadakan di gudep, juga perlu diberikan bekal akan literasi dan publikasi secara bertahap. Adik-adik juga didorong untuk menghasilkan karya-karya jurnalistik yang berkualitas dan terpublikasi dengan baik.

Baca Juga  Diklatsar Anggota Baru BP 1315

Kita tidak boleh lagi mempublikasikan kegiatan kepramukaan ala kadarnya. Berbagai kegiatan kepramukaan yang secara kualitas memiliki dampak bagi peningkatan kepribadian dan karakter setiap orang, harus terpublikasikan dengan baik kepada masyarakat. Hal ini tidak lain sebagai upaya untuk merebut kembali dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap gerakan pramuka.[Red]

Ditulis oleh : Uays Hasyim – Kapusinfo Kwarcab Sidoarjo;

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *