Cara Praktis Belajar Public Speaking ala Pramuka

Ditulis oleh :

Kak Uays Hasyim, SE., MM., CT.HLC., CPS – Kepala Pusat Informasi Gerakan Pramuka Sidoarjo

Pusinfo – Pada akhir tahun 2018, kami mendapatkan kesempatan untuk mengikuti pelatihan Public Speaking yang diselenggarakan Dale Carnegie Training yang diadakan di Surabaya oleh Dale Carnegie Indonesia. Dale Breckenridge Carnegie (1888 – 1955) adalah seorang penulis dan pengajar dari Amerika Serikat dan seorang pelatih atau motivator di berbagai kursus pengembangan diri, penjualan, keuangan, berbicara di depan umum, dan keterampilan interpersonal. Sebuah pelatihan bertajuk HIP – High Impact Presentation yang mengulas bagaimana kita berbicara di depan orang banyak atau lebih umum dikenal dengan Public Speaking dengan biaya yang terbilang tidak murah untuk ukurang kantong kami pribadi.

Hal inilah yang akhirnya menjadikan kami untuk serius dan mengikuti kegiatan ini dengan penuh semangat, sebab kami paham akan mahalnya sebuah ilmu dan kesempatan. Apalagi ilmu dibidang komunikasi alias Public Speaking, mereka yang mampu menguasai komunikasi maka akan dapat menguasai keadaaan dan menjadi pemimpin yang dapat diandalkan. Sebuah proses selama 3 hari penuh dengan ritme 7 – 17 alias kelas masuk jam 7 pagi dan selesai jam 17 sore, namun sarat dengan praktek Public Speaking dengan prosentase 20% teori dan 80% praktek.

Metode yang digunakan pun terbilang sangat menarik bagi sekitar 10 orang (Effective Class) peserta yang berasal dari seluruh Indonesia, bahkan ada peserta yang sehari-hari menjadi HRD PT Freeport Papua, ada juga Direksi 4 Hotel Networking Indonesia-Malaysia-Singapura dan Maladewa. Metode yang menurut kami sangat tidak asing, yakni metode Learning by Doing alias belajar sambil melakukan, sangat mengasyikkan. Persis sebagaimana yang kita bersama sering pelajari di Gerakan Pramuka. Sebuah metode yang bertahun-tahun dipercaya mampu meningkatkan kompetensi, karakter dan kepribadian menjadi lebih baik lagi.

Baca Juga  Jalin Keakraban, Bangun Kesolidan Pengurus Kwarcab Sidoarjo Melalui Halal bi halal

Kami diajarkan bagaimana memperkenalkan diri dengan memberikan kesan pertama yang begitu menarik, kemudian menjelaskan secara detail pekerjaan apa yang saat ini sedang kami lakukan, menganalogikan hal-hal sulit menjadi sesuatu yang mudah, menjawab pertanyaan sesulit apapun atau bagaimana kita mampu mempengaruhi seseorang atau mempersuasi secara tidak langsung melalui Public Speaking.

Selama 3 hari pun kami diajak untuk ‘menguliti’ diri kami sendiri secara tidak langsung tentang apa yang menjadi kelebihan dan kekurangan kami didalam mempraktekkan public speaking dengan dibantu mentor yang dengan ramah mengajak kami untuk melihat kembali hasil rekaman selama kami mempraktekkan sesi demi sesi teori public speaking yang disampaikan oleh Coach yang sangat sabar mengarahkan kami memahami teori dan praktek bagaimana berbicara di depan orang banyak.

Penerimaan Tamu Ambalan Pramuka Penegak Smenda Scout Indonesia

Semenjak awal mengikuti kegiatan tersebut, kami terus terbayang bagaimana kakak-kakak pembina maupun pelatih pramuka dapat mempraktekkan teori dan cara-cara public speaking yang efektif selama ini. Bersyukurnya, kami selama ini telah membina pramuka dari Siaga hingga Pandega selama lebih dari 28 tahun secara bergantian dengan durasi membina yang paling lama sampai dengan saat ini lebih dari 23 tahun pada satuan pramuka penegak. Berproses yang tidak singkat ini, kami sangat merasakan bagaimana manfaat membina pramuka di pangkalan gugus depan secara personal. Hal yang paling mendasar adalah kemampuan berkomunikasi di depan orang banyak yang terus meningkat seiring dengan rutinitas latihan membina pramuka pada pangkalan satuan penegak.

Jika setiap seminggu sekali kami berlatih pramuka, ini artinya 4 kali dalam 1 bulan kami berlatih berbicara di depan adik-adik pramuka yang kami bina. Jika dihitung setahun berjalan dengan toleransi 2 bulan liburan, maka ada 4 x 10 bulan kesempatan praktek ber-public speaking di depan adik-adik pramuka yang kami bina. Artinya, selama setahun kami berlatih sebanyak 40 kali lebih jika ditambahkan kesempatan berkemah dan berkegiatan kepramukaan yang lainnya.

Baca Juga  Gelang Ajar Pembina Kwarcab Sidoarjo, Dorong Produktif Hasilkan Pramuka Garuda
Leadership Training Pramuka SMA Pembangunan Jaya Sidoarjo

Hal ini jika 23 tahun x 40 kali latihan rutin, maka kita akan memperolah 920 kali praktek langsung berbicara di depan adik-adik. Sebuah kesempatan learning by doing yang tidak semua orang dapatkan jika kita tidak aktif membina pramuka di gugus depan. Ini hal yang sangat luar biasa, jika kami bandingkan dengan proses belajar kami selama mengikuti pelatihan 3 hari berturut-turut dengan biaya yang cukup mahal bagi setiap anggota pramuka.

Maka, bagi kami ini adalah sebuah cara yang sangat mudah dan murah untuk terus meningkatkan kemampuan Public Speaking bagi setiap pembina dan pelatih pembina pramuka. Selain itu, cara ini terbilang praktis bagi pegiat pramuka karena ibarat sekali kayuh atau dayung, 2-3 pulau akan terlampaui. Kita dapat belajar bagaimana meningkatkan komunikasi efektif kita melalui membina anggota pramuka juga sekaligus menjalankan program kerja di gugus depan yang berupa latihan rutin pramuka.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *