Pradak Sinapatra, Tuntunan Unggul Para Leluhur

Scout Jurney Explore Jenggala dalam rangka Hari Jadi ke-164 Kabupaten Sidoarjo di Candi Lemah Duwur

Pusinfo – Potensi peninggalan purbakala di Kabupaten Sidoarjo boleh dibilang tidaklah sedikit. Sebutlah candi Pari, Candi Sumur, candi Tawangalun dan candi Dermo, namun demikian ternyata masih banyak yang tidak tahu jika di Sidoarjo tepatnya di Desa Pamotan Kec. Porong juga terdapat 3 buah candi, yakni candi Pamotan 1 & 2 serta candi Lemah Duwur yang merupakan candi peninggalan era Kerajaan Majapahit.

Khusus candi Lemah Duwur yang berada ditengah sawah desa Pamotan ini ternyata masih banyak yang tidak tahu. Berbekal upaya untuk memperkenalkan peninggalan-peninggalan para leluhur kita inilah, Pusinfo Kwartir Cabang Gerakan Pramuka bersama Korps Protokol Pramuka Kwarcab Sidoarjo menyelenggarakan kegiatan “Nguri-uri budaya” bertajuk SARENG PRAMUKASarapan Bareng Pramuka di candi Lemah Duwur desa Pamotan Kec. Porong, Minggu (15/01/2023).

Kegiatan kali ini diikuti oleh sekitar 75 orang pramuka penegak, pandega, pembina dan pelatih dengan kuota maksimal peserta kegiatan sekitar 50 orang pramuka. Dibuka oleh Sekretaris Kwartir Cabang Sidoarjo, Kak Kusdianto, SH., MH., dalam sambutanya menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini merupakan upaya nyata mewariskan jejak-jejak sejarah peradaban kepada para generasi penerus bangsa utamanya anggota pramuka. Melalui kegiatan seperti ini kita akan mengetahui siapa sesungguhnya kita dari apa-apa saja yang menjadi peninggalan para leluhur kita, sehingga kita tidak sampai melupakan sejarah besar yang pernah ditorehkan oleh para pendahulu kita.

Setelah upacara pembukaan, dilanjutkan dengan Jenggala Explore oleh Kak Soekarno – beliau merupakan anggota Mabicab Gerakan Pramuka Sidoarjo sekaligus seorang budayawan Sidoarjo yang telah menuliskan buku Mencari Jejak Kerajaan Jenggala. Secara langsung beliau jelaskan tentang sejarah Kerajaan Jenggala dan keberadaan Candi-candi yang ada di Kec. Porong – khususnya candi Pamotan 1 dan 2 serta candi Lemah Duwur yang saat ini sedang dijadikan tempat berkegiatan.

Dalam uraiannya, beliau menyampaikan tentang adanya etika dan tata krama didalam memasuki sebuah candi melalui pakem ajaran para leluhur kita dengan istilah Pradak Sinapatra yang memiliki maka mengkanankan candi dari posisi kita memasuki candi artinya ketika kita memasuki sebuah candi maka seharusnya kita berjalan mengelilingi candi dengan mengambil arah kanan kita dalam memutari candi. Tuntunan unggul para leluhur ini dimaksudkan agar kita selalu mendahulukan kebaikan didalam kehidupan kita sehari-hari, sehingga didalam menjalani kehidupan terhindar dari segala keburukan.

Selanjutnya, diberikan materi Scout Explore oleh Kak DR. Abdul Munif, MM selaku Waka Binawasa Kwarcab Sidoarjo yang sekaligus pelatih pembina pramuka penegak. Setelah mengeksplore tentang budaya dan pramuka, seluruh peserta melaksanakan sarapan pagi bersama dengan menikmati nasi bungkus daun pisang sembari merasakan semilir angin dipersawahan sekitar candi dibawah pohon Trembesi – Samanea Saman (Rain Tree) dan mangga yang menaungi candi Lemah Duwur.

Kemudian acara dilanjutkan dengan tour de candi dengan mengunjungi candi Pamotan 1 dan 2 yang ada disekitar lokasi candi Lemah Duwur. Candi Pamotan yang kedua cenderung masih terlihat secara struktur candinya, meski dikelilingi dengan air oleh sebab posisi dasar candi yang lebih rendah dari tanah yang ada disekitar candi. Sedangkan candi Pamotan 1 hampir tak tampak bentuk dan struktur candinya dan hanya terlihat batu bata kuno yang ditumpuk dan cenderung berserakan disekitar rumpun bambu. Informasi yang kami terima dari juru kunci candi, dikatakan bahwa untuk candi pamotan 1 secara kepemilikan tanah masih kepunyaan pribadi warga pamotan, hal ini tentu perlu upaya-upaya serius pihak terkait untuk lebih peduli bersama-sama menjaga keberlangsungan keberadaan candi Pamotan 1 ini agar bisa menjadi legacytinggalan yang menjadi kebanggaan bagi generasi yang akan datang.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.