Apa Yang Engkau Cari di Pramuka …?!?

Ditulis oleh Kak Uays Hasyim, SE., MM., CT.HLC., CPS (Pembina Smenda Scout & Kapusinfocab Sidoarjo)

Pusinfo – Robert Browning (07 Mei 1812 – 12 Desember 1889) seorang penyair dan dramawan Inggris pernah mengatakan “Seperti jenis pikiran Anda. Begitu pula yang Anda cari, Anda akan menemukan apa yang Anda inginkan”. Ungkapan sederhana namun penuh makna, seolah mengajarkan kepada kita akan pentingnya menata pikiran dan tujuan kita dalam hidup ini.

Sebagaimana ungkapan itu, seyogyanya kita juga melakukan autokritik pada diri kita sendiri bahwa sebenarnya apa yang kita cari di Pramuka ? tak perlu terburu-buru menjawabnya sebab semuanya itu butuh perenungan hingga kontemplasi akan pemikiran kita. Sebuah konsepsi terhadap nilai dan tujuan dari apa dan mengapa kita mengikuti pramuka. Lalu, jika kita tidak ikut pramuka apakah dampaknya bagi hidup kita ? Mengapa harus pramuka yang kita pilih untuk kita jalani selama ini ? Kemudian, seberapa kuat mampukah kita terus bertahan dalam gerakan pramuka.

Jika saja pertanyaan-pertanyaan itu kita urai dengan berbagai persoalan yang membutuhkan jawaban faktualnya, maka akan sangat panjang didalam bahasan kita yang teramat terbatas ini. Lalu, sebenarnya untuk apa kita ikut pramuka ? Apakah hanya sekedar untuk gugur kewajiban saja ? Atau keterpaksaan mengikuti ekstrakurikuler yang ada di sekolah dan ataukah biar memiliki kesibukan semata ? Atau alasan-alasan lain yang selama ini telah kita pahami namun sulit diungkapkan.

Mungkin sekedar mengingatkan kembali, sejatinya didalam ketergabungan kita semuanya didalam Gerakan Pramuka bisa jadi harus kita tata kembali apa yang menjadi niat dan tujuannya. Menjelejahi ceruk-ceruk hati dan relung-relung perasaan yang terdalam untuk kembali bertanya seraya menguatkan tekad untuk apa sebenarnya kita ikut Pramuka.

Adakalanya, kembali sekali lagi kembali kita hadirkan panduan kebenaran yang ada didalam hati kita buah dari pertanyaan kedalam akan niatan dan tujuan kita. Masih banyak kita-kita yang bergabung dengan Gerakan Pramuka, namun hanya mencari untung semata baik secara materi maupun finansial bahkan cenderung memanfaatkan Gerakan Pramuka guna kepentingan pribadi. Tentu ini menjadi koreksi mendalam bagi kita semuanya, sebab tidaklah seharusnya demikian adanya.

Sesungguhnya yang menjadi tujuan paling dasar kita semuanya bergabung didalam gerakan anak muda yang senantiasa berkarya ini tak lain adalah untuk berbahagia, sekali lagi berbahagia bukan tujuan yang lainnya. Kebahagiaan bukan kesenangan semata, kebahagiaan bukan limpahan harta dan keuntungan sesaat yang membuat kita lena akan tujuan utama, kebahagiaan bukan arogansi akan ketidakpedulian orang lain dan sesama serta merasa paling punya hak atas pramuka, kebahagiaan bukan keunggulan kelompoknya sehingga memandang orang lain rendah tanpa ada kata sapa bahkan seolah orang lain tiada guna, sekali lagi kebahagiaan itu adanya didalam relung jiwa dengan membahagiakan orang lain serta sesama tanpa melihat lagi siapa kita, siapa mereka.

Pengabdian kita didalam tubuh gerakan pramuka, tak lain menjadi sebuah karya yang akan menjadi bukti siapa kita sebenarnya. Jika di pramuka kita hanya mencari keuntungan semata, tak ubahnya kita benalu yang terus menggerogoti tumbuhan utama tanpa memiliki manfaat kecuali mengeruk keuntungan semata dari induknya. Jika di pramuka kita hanya memanfaatkannya untuk jenjang percepatan kesuksesan, kemakmuran dan keberhasilan diri pribadi, maka tak ubahnya kita sedang melubangi perahu kita sendiri yang selama ini kita tumpangi.

Namun demikian jika yang menjadi tujuan mulia kita adalah membangun kebahagiaan dengan menguatkan kebahagian pada diri sendiri dan sesama, maka tepatlah apa yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW bahwa sebaik-baik manusia adalah yang paling banyak bermanfaat untuk sesamanya dan cocok sekali dengan apa yang diungkapkan oleh Baden Powell bahwa Bahagia adalah membahagiakan orang lain dan sesama.

Teruslah membangun Kebahagiaan, sesekali bertanyalah kepada Hatimu, “Apakah kebahagiaanmu telah engkau tunaikan kepada sesamamu ataukah justru engkau paksa orang lain untuk membahagiakanmu ?” (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *