Pembina Harus Menguasai Manajemen Resiko Berkegiatan di Alam Terbuka

Pusinfo – Karang Pamitran Cabang Sidoarjo kali ini diikuti oleh 72 orang Pembina Pramuka, kegiatan yang dilaksanakan di Bumi Perkemahan Advent Mahanaim Sumber Wekas Prigen Pasuruan (24-25/11/2022). Karang Pamitran adalah pertemuan pembina pramuka untuk mempererat hubungan kekeluargaan dan persaudaraan serta meningkatkan pengetahuan pengalaman dan kepemimpinannya.

Kegiatan Karang Pamitran Cabang kali ini dibuka oleh Wakakwarcab bidang pembinaan anggota dewasa, Kak DR. Abdul Munif, MM. Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa pembina pramuka haruslah dapat survive pada kondisi di 4 tempat yaitu di hutan, laut, gurun pasir dan kutub. Dalam kegiatan kali ini, peserta mendapatkan materi mendapatkan materi tentang Navigasi Darat, survival, manajemen resiko kegiatan alam dan mountenaring yang disampaikan kak Ihwal Praja dan Kak Farichul Fahri. Peserta mendapatkan Natura dan memasak sendiri sebagai wujud pembelajaran kemandirian di alam terbuka.

Karang pamitran adalah salah satu usaha penyegaran, tukar pengalaman, penambahan pengetahuan dan ketrampilan, yang tidak merupakan jenis dan jenjang kursus, melainkan merupakan salah satu pendidikan informal untuk orang dewasa. Pembina pramuka yang dimaksud adalah termasuk pula pembantu pembina pramuka.

Pengertian ini tertuang dalam Surat Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 056 Tahun 1982 Tentang Petunjuk Penyelenggaraan Karang Pamitran yang ditetapkan pada 8 Juli 1982 oleh Ketua Kwartir Nasional yang menjabat saat itu, yaitu Kak Mashudi.

Dari Petunjuk Penyelenggaraan (Jukran) ini disebutkan secara rinci Tujuan, Fungsi, dan Sasaran dari Karang Pamitran. Tujuan Karang Pamitran adalah untuk membina dan meningkatkan kemampuan, pengetahuan, pengalaman, ketrampilan serta menambah dan mempererat hubungan kekeluargaan dan persaudaraan bagi para pembina pramuka sehingga mampu meningkatkan mutu pendidikan kepramukaan di gugusdepan dan satuannya dengan pengabdian dan tanggungjawab yang tinggi.

Sasaran Karang Pamitran adalah agar para peserta dapat mempertebal jiwa korsa di antara mereka, sehingga sesudah mengikuti kegiatan ini mampu menambah saling pengertian dan keakraban diantara sesama pembina pramuka, meningkatkan mutu pendidikan kepramukaan di satuannya, dan mendorongkan minat dan mengembangkan bakat peserta didiknya.

Selain itu juga peserta akan mampu mengelola satuannya dengan baik, membuat program kegiatan yang menarik, termasuk membina anak didiknya sehingga dapat menyelesaikan Syarat-syarat Kecakapan Umum (SKU) dan Syarat-syarat Kecakapan Khusus (SKK).

Sementara Fungsi dari Karang Pamitran adalah sebagai wadah untuk mempertemukan dan mempersatukan, serta membina persahabatan dan persaudaraan para pembina pramuka, alat untuk mengikat hubungan batin antar pembina pramuka, tempat untuk saling bertukar penglaman, pengetahuan dan kecakapan diantara para pembina pramuka, serta sarana untuk menyampaikan informasi.

Untuk mewujudkan tujuan, sasaran, dan fungsi dari Karang Pamitran, kegiatan ini dapat diselenggarakan sesuai dengan keadaan dan kemampuan setempat, yaitu dalam bentuk perkemahan dan bukan perkemahan. Apabila diselenggarakan dalam bentuk perkemahan harus diusahakan agar tempat perkemahan puteri dan tempat perkemahan putera terpisah

Karang pamitran diadakan untuk pertemuan pembina pramuka puteri dan pembina pramuka putera, dengan memperhatikan system satuan terpisah. Sesuai dengan kepentingannya, maka dapat diadakan pengelompokkan pembina pramuka siaga, penggalang, serta penegak dan pandega.

Adapun materi kegiatan karang pamitran diarahkan pada pengembangan gugusdepan yang berorientasi pada penggunaan management dan system perencanaan, pemrograman dan anggaran. Materi karang pamitran disesuaikan dengan tingkat dan lamanya pertemuan, peranan, tugas, dan kewajiban serta tanggungjawab pembina pramuka.

Materi-materi tersebut meliputi lima bidang utama, yaitu bidang organisasi, bidang administrasi, bidang kegiatan, bidang kegiatan, dan bidang lainnya termasuk di dalamnya adalah pengetahuan umum, kebijakan pemerintah, dan hubungan masyarakat. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.