Artikel

PRAMUKA DAN KEMAMPUAN BERBAHASA INGGRIS

Menjadi Pramuka adalah sebuah citra diri. Bukan sekedar mengenakan seragam dan hasduk merah putih saja sebagai atribut jasmani, melainkan mengenakan seluruh atribut internal yang menguatkan mental dan kepribadiannya. Dalam hal kepribadian, seorang anggota Pramuka dituntut mampu menjalankan kode kehormatannya yaitu Tri Satya and Dasa Darma Pramuka. Disitulah tercermin kepribadian seorang Pramuka yang berbeda dari kepribadian orang lain pada umumnya. Selain itu, Pramuka dibekali dengan berbagai keterampilan yang akan menguatkan kepribadian dan performanya sebagai manusia. Berbagai skill yang diberikan pada masa penggemblengannya akan menjadi bekal yang baik dalam kehidupannya nanti.

Dalam hal pengembangan diri dan pembekalan keterampilan ini, seorang Pramuka dapat memperkaya dirinya dengan kemampuan berbahasa Inggris. Kenapa demikian? Karena perkembangan jaman menuntut kita untuk berpikir maju dan menyetarakan langkah dengan dunia internasional. Bahasa Inggris sebagai Bahasa internasional sangat diperlukan untuk kemajuan seorang Pramuka secara pribadi maupun organisasi.

Secara pribadi, kemampuan berbahasa Inggris ini akan mendukung karir dan kecakapannya dalam berinteraksi dengan teman atau kolega dari luar negeri. Pun dalam menggali keilmuan dari sumber-sumber berbahasa Inggris baik dari buku, jurnal, ataupun sumber lainnya. Betapa akan terbuka luas cakrawala internasional seorang Pramuka dengan keterampilan bahas internasional ini.

Secara pribadi juga, keahlian berbahasa Inggris ini akan menjadikan seorang Pramuka memiliki bekal untuk go internasional. Mengenal beberapa teman dari luar negeri akan membuahkan pengalaman baru yang berarti. Seperti halnya pernah terjadi pada saya, karena keahlian berbahasa Inggris, saya memiliki peluang untuk membina Pramuka di sebuah sekolah Internasional yaitu Singapore National Academy Surabaya.

Sekolah ini adalah sekolah berbasis kurikulum Cambridge, Singapore Academic, dan menggunakan Bahasa Inggris sebagai pengantar berbahasa sehari-hari dalam kegiatan belajar mengajarnya. Kegiatan Pramuka di sekolah ini utamanya adalah pada SD-nya, walaupun sekolah ini memiliki bberapa tingkat yaitu TK,SD,SMP,dan SMA. Anggota Pramuka Siaga dan Penggalang mengikuti latihan Pramuka setiap hari Senin pukul 15:00 wib. Maka, setiap Senin itulah saya membina Pramuka dan wajib menggunakan Bahasa Inggris sebagai Bahasa pengantar lengkap dengan silabus atau program kerja yang dibuat dalam Bahasa Inggris dan dipresentasikan setiap semesternya dalam Bahasa Inggris pula.

Lain hal untuk kepentingan pribadi juga, Bahasa Inggris bisa  menjadi salah satu komoditi pribadi dalam hal mengajar dan menjadi Tour Leader dan Guide, serta menajdi penerjemah.

Seperti yang kita ketahui, di semua level Pendidikan, Bahasa Inggris menjadi mata pelajaran yang tidak ketinggalan. Maka, keahlian berbahasa Inggris ditunjang dengan ijazah dan sertifikat yang memadai, bisa menjadi pekerjaan juga. Sehingga dengan pekerjaan yang baik tersebut, dapat mendukung kegiatan Pramuka yang diikuti. Pekerjaan lain yang menggunakan skill berbahasa Inggris adalah menjdi Tour Leader dan tour Guide. Sungguh menyenangkan ketika bisa membawa rombongan dari luar negeri dan menjelasakan kepada mereka tentang potensi wisata dengan kisah-kisah menariknya dalam Bahasa Inggris. Pekerjaan lainnya dengan keahlian berbahasa Ingrgis ini adalah menjadi penerjemah/translator. Dimana penghitungan honornya berdasarkan jumlah halaman yang diterjemahkan dan itu sangat memadai.

Manfaat selanjutnya adalah bagi organisasi. Berbahasa Inggris dalam berbagai kegiatan menjadikan kita memiliki pengalaman lebih . Suatu ketika pernah saya undang teman-teman saya untuk hadir dalam event LPK (Latihan Pengembangan Kepemimpinan) yang diadakan oleh DKC (Dewan Kerja Cabang) Kwarcab Sidoarjo pada tahun 2019. Disana, saya menjadi interpreternya. Menyampaikan cerita dan kisah serta kesan menarik Pramuka Taiwan yang direpresentasikan oleh 3 orang Pramuka yaitu Lin Tsu Wen, Tsu Yun Wen, dan Huang Hsipin. Salah satu kegiatan Saka Wanabakti Sidoarjo juga pernah saya undangkan teman dari Taiwan. Untuk sharing dan mengikuti giat membuat Sabun dari bahan minyak goreng dan materi navigasi darat. Semua merasa senang dengan kehadiran tamu Pramuka dari luar negeri tersebut.

Perlu diketahui, dalam hal fokus ber-Pramuka saja, ada banyak sumber-sumber internasional yang bisa digunakan memperkaya keilmuan tentang Kepramukaan. Mulai dari sumber sosial media, ataupun buku-buku berbahasa Inggris bahkan e-jurnal dan e-book dari situs web Pramuka Internasional.

Seperti kita tahu, hampir seluruh organisasi kepanduan atau kepramukaan memiliki media sosial. Media ini dipakai untuk memposting kegiatan dan ilmu pengetahuan kepramukaan mereka. Bahkan setiap event pun memiliki media sosialnya masing-masing. Sebut saja Larry Green, seorang Pramuka senior dari South Carolina-US of America. Dalam laman facebooknya, Green memposting berbagai hal tentang kepramukaan. Mulai dari event, keterampilan tali temali, pioneering, kegiatan-kegiatan, dan lain sebagainya. Kemudian silahkan klik pencarian laman group facebook ‘FUN Troops Meeting and Outings!’, ‘Troop 888 Philmont Alumni..’, ‘BP International Scout’, ‘Camp Coker Camps Scout Society Hill’, juga Australian Jambore 2022 untuk event Jamobire Dunia, dan lain-lain.

Media Sosial Instagram juga demikian, dengan berbagai akun internasional seperti AHF Scouts Group (@ahfscouts), World Scouting (@worldscouting), dll. Contoh lain sebentuk web internasional tentang organisasi kepramukaan antara lain https://www.scouts.org.uk, https://www.scout.org, dll.  

 Nah! Dapat dibayangkan betapa banyak ilmu pengetahuan dan contoh pengalaman orang lain yang akan kita dapat dari luar negeri ini untuk diterapkan dalam ber-Pramuka di Indonesia bukan?.

Dengan mengetahui sumber-sumber dari luar negeri tentang perkembangan dan ragam kegiatan Pramuka di luar negeri, kita memerlukan keahlian Bahasa Inggris tersebut. Sekarang ini, beberapa panduan Kepramukaan Dunia terkirim dalam Bahasa Inggris dan untuk bisa menerapkannya, maka kita perlu menerjemahkannya ke dalam Bahasa Indonesia yang baik. Nah, disinilah lagi lagi, keahlian Bahasa Inggris berperan.

Sebagai contoh, dalam buku panduan internasional, ada buku petunjuk yang berjudul ‘Champion for Nature Challenge’. Di dalamnya berisi tentang bagaimana anggota Pramuka berperan dalam restorasi alam dan turut menjaga keanekaragaman hayati guna menuju planet yang bersih dan sehat serta tatanan hidup yang berkelanjutan. Dengan menggunakan buku panduan tersebut, diharapkan Pramuka bisa berperan dalam mensukseskan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau lebih dikenal dengan SDGs (Sustainable Development Goals). Dengan mengikuti tahapan-tahapan dalam buku tersebut, maka di akhir pengabdian, anggota Pramuka akan mendapatkan rekognisi/penghargaan yang disebut dengan Earth Tribe Badge (Bedge Suku Bumi). Beberapa buku lain yang sedang saya terjemahkan berkaitan tentang kepramukaan, kelak nantinya akan menjadi panduan bagi organisasi Kepramukaan Indonesia.

Suatu pengalaman lain adalah ketika keahlian Bahasa Inggris ini ternyata bermanfaat bagi organisasi Pramuka dalam hal ketika salah satu event kompetisi dalam Lomba Tingkat atau event lomba di Gugus Depan lainnya yang sekiranya berisi lomba pidato Bahasa Inggris, Story Telling, dan showing performance lain dalam Bahasa Inggris, disitu pula kita akan bermain dan bersenang-senang dengan Bahasa Inggris baik ketika menjadi peserta, pembimbing, ataupun menjadi juri lombanya.

Mari semangat belajar ya adik-adik, pastikan kita menjadi bagian dari Pramuka Internasional dan berkiprah Bersama mereka. Ingat pada ciri pribadi Pramuka dalam tiap poin Tri Satya dan Darma Pramuka dan melesatlah meraih bintang di angkasa. Pramuka bisa!. (Penulis – Kak Azelin)

Anda mungkin juga suka...

2 Komentar

  1. Azelin menulis:

    Terima kasih Kak

    1. Sama-sama Kakak, kami tunggu tulisan-tulisannya yang lain, selamat berkarya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.