Trobosan Brutal Harus Diambil Pengurus Kwartir Untuk Benahi Gudep Agar Lebih Eksis Kembali

Pusinfo – Dalam bukunya “Good To Great” karya hebat Jim Collins, dipaparkan tentang bagaimana beberapa Perusahaan Baik berhasil melompat ke depan menjadi perusahaan Hebat. Uraian yang disajikan secara empiris ini merupakan hasil riset selama 5 tahun bersama lebih dari 25 orang timnya.

Ada 6 Penyebab Utama yang menjadi daya pengungkit percepatan proses transformasi dari sebuah Perusahaan yang Baik menjadi Perusahaan Hebat. Keenamnya itu terdiri dari : Kepemimpinan Tingkat 5, Pertama Siapa Kemudian Apa, Hadapi Fakat Brutal, Konsep Landak, Budaya Disiplin dan Teknologi Pemercepat.

Keberadaan Gerakan Pramuka yang saat ini memang menjadi salah satu pilihan bagi generasi muda untuk menguatkan pengalaman, kesehatan, kekuatan fisik dan mental, kedisiplinan, kerja sama, kebangsaan, patriotisme dan juga kepemimpinan, seolah kembali ditantang dengan polemik mendasar perlu tidaknya pramuka wajib di tataran gugus depan.

Seolah saat ini kembali dilakukan analisa mendasar, sebenarnya pramuka itu perlu tidak untuk generasi muda kini dan mendatang. Fokusnya tetap di gugus depan, tidak lebih dan bukan pada bagaimana Kwartir mulai dari tingkat ranting, cabang, daerah hingga nasional. Hal ini tentu disebabkan karena gugus depan pramuka selama ini melekat pada sekolah-sekolah yang dinaungi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan secara hirarki puncak pengambil kebijakan.

Janganlah kita berbicara terlalu tinggi dengan menyampaikan keberadaan pramuka secara struktural organisasi dari cabang hingga nasional. Namun, cobalah tengok bagaimana kondisi kwartir ranting dan gugus depan yang ada saat ini. Mengacu pada info website www.pramuka.or.id dilansir jumlah satuan dalam Gerakan Pramuka, terdapat 5.277 Kwartir Ranting, dan 239.877 Gugus Depan.

Dari jumlah yang telah disajikan diatas, berapa banyak kwartir ranting dan gugus depan yang saat ini benar-benar aktif produktif menyelenggarakan kegiatan Gerakan Pramuka. Tentu hal ini perlu dilakukan survei dan riset secara detail untuk mengetahui keberadaan pergerakan mereka di level ranting maupun gugus depan.

Baca Juga  Kursus Pengelola Kwartir, Perkuat peran dan Fungsi Kwartir Ranting Melalui Tertib Administrasi

Membutuhkan terobosan yang benar-benar brutal untuk membuat perubahan di gugus depan, tidak hanya sekedar menjalankan pramuka sebagaimana biasanya. Harus keluar dari kebiasaan lama, berpikir dan bekerja lebih keras lagi untuk menghadirkan gugus depan yang lebih memiliki daya tarik bagi setiap peserta didik selain juga memikirkan tentang kondisi kekinian.

Mendorong gugus depan memiliki keunggulan tidak hanya sekedar kemampuan kepramukaan, namun juga life skill. Keahlian-keahlian yang akan menjadi bekal hidup bagi setiap anggota pramuka, bahkan keahlian yang mampu menghasilkan pundi-pundi keuangan, sehingga tidak lagi mengandalkan mencari uang di pramuka. Memimjam istilah para pendahulu pramuka, menghidup-hidupi pramuka bukan mencari hidup di pramuka.

Aset terbesar yang dimiliki oleh gerakan pramuka bukanlah anggaran,

Share this content:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *