Taklukkan Ego Diri Sendiri, Adakan Pelantikan Bantara Laksana di Ketinggian 1480 mpdpl

Pusat Data dan Informasi Gerakan Pramuka Kwarcab Sidoarjo – Produktif Bergerak, Maju Berdampak

Pusinfo – Salah satu manfaat mengikuti pramuka adalah membentuk pribadi yang tangguh baik fisik maupun mental. Sehingga dalam agenda tahunannya, pramuka pangkalan SMK Plus Sabilur Rosyad Sidoarjo, gudep 01.219-01.220, pada hari Rabu, tanggal 19 Juni 2024, melakukan pendakian di Puthuk Gragal Desa Cembor Keca. Pacet Kabupaten Mojokerto.

Kegiatan ini merupakan giat pendakian kali ke empat Ambalan Ali bin Abi Tholib dan Fatimah Azzahra, setelah tahun-tahun sebelumnya melakukan pendakian di Puthuk Kentongan, Puthuk Siwur dan Gunung Pundhak, dalam rangka kegiatan pelantikan penegak bantara.

Didampingi 4 pembina, para peserta yang terdiri dari 11 orang pengurus dewan ambalan, 14 orang pramuka penegak bantara dan 1 orang pramuka penegak laksana yang akan dilantik, melakukan pendakian. Diawali dengan melakukan pendaftaran, cek fisik dan briefing yang dipimpin langsung oleh Kak Gunawan selaku pembina.

Beliau menyampaikan, “Setelah berbulan-bulan melakukan latihan di sekolah, akhirnya hari ini adalah pencapaian untuk menjadi pramuka penegak bantara dan penegak laksana. Kegiatan ini adalah kegiatan yang bersifat team work, artinya segala sesuatunya kita lakukan bersama-sama. Saling membantu satu dengan yang lainnya, dan jaga solideritas yang tinggi”.

Dengan mengaplikasikan seluruh ilmu yang telah diajarkan di sekolah, para peserta mampu melalui 3 pos pendakian dengan medan yang cukup menguras tenaga. Terdapat tanjakan yang ekstrem di pos 2 dan pos 3 yang mengharuskan berpegang tali tampar untuk melewatinya. Selanjutnya, para peserta melalui medan sedikit landai sebelum akhirnya sampai di pos 4 yang merupakan pos terakhir sebelum puncak. Para peserta beristirahat melepas lelah setelah 3 jam perjalanan pendakian dari pos pemberangkatan hingga pos 4.

Baca Juga  Kembali gelar Naratama, Narakarya Sebagai Wahana Pemantapan Pembina dan Pelatih

Untuk memulihkan tenaga kembali, seluruh peserta diwajibkan untuk memasak nasi, sayur, dan lauk sesuai kebutuhan masing-masing sangga. Setelah menyantap hasil masakan yang telah matang, para peserta melaksanakan sholat dhuhur dan persiapan melanjutkan perjalanan kembali.

Dalam perjalanan menuju puncak, para peserta melalui lebih banyak rintangan, jalan yang menanjak, pohon-pohon besar dan rumput yang cukup tinggi sehingga menutupi badan jalan, untuk melewatinya perlu membukanya menggunakan kedua tangan. Di perjalanan terdapat medan landai dan sebenarnya cukup nyaman untuk mendirikan tenda, hanya saja pendaki dilarang mendirikan tenda di area ini.

Setelah sekitar 40 menit perjalanan menuju puncak, rasa lelah para peserta terbayarkan dengan keindahan puncak Puthuk Gragal dengan ketinggian 1480 mpdpl. Cuaca cerah mendukung keindahan siluet Puncak Bidadari, Gunung Welirang, Gunung Penanggungan, dan gunung-gunung disekitarnya. Setelah beristirahat dan berfoto, para peserta mengikuti agenda utama yaitu pelantikan pramuka penegak bantara dan penegak laksana.

Dalam amanatnya, kak Hanim Musyayaroh, S.Pd., Gr, selaku kamabigus menyampaikan, “Kita merupakan pangkalan yang hebat, proses pelantikan penegaknya sangat khusus dilakukan diatas gunung. Dalam proses menuju puncaknya pun tidaklah mudah, naik – turun, kerikil dan bebatuan. Itu semua telah kita lalui, janganlah patah semangat dalam melewatinya, masih banyak mdpl-mdpl lainnya yang harus ditaklukkan. Dan selanjutnya setelah dilantik menjadi pramuka penegak bantara dan penegak laksana, semoga menjadikan adik-adik lebih semangat lagi berpramuka dengan mengamalkan apa yang terkandung dalam dasa darma dan tri satya.”

Setelah semua agenda selesai, para peserta melanjutkan perjalanan turun menuju pos 4 yang ditempuh dalam waktu 25 menit. Sesampainya di pos 4, segera bergegas untuk sholat ashar, dan cek perlengkapan terakhir sebelum hari gelap. Karena medan landai dan turun, perjalanan dari pos terakhir menuju ke pos pemberangkatan sangatlah singkat, ditempuh dalam waktu 1 jam.

Baca Juga  Lama Tak Berkegiatan, Sako Ma'arif Jabon Gelar Jambore Sebagai Ajang Silturahmi Pramuka

Banyak hal yang dapat diambil dalam perjalanan pendakian kali ini. Semangat yang harus kita tularkan kepada orang lain, rasa solidaritas yang jangan pernah luntur. Mengutip kata-kata dari kamabigus SMK Plus Sabilur Rosyad, “Bukan tentang siapa yang sampai puncak terlebih dahulu, namun siapa yang sampai puncak bersama-sama”. [Red]

Kontributor : Kak Ria Septi – Tim Pembina Pramuka SMK Plus Sabilur Rosyad ;
Pewarta Pusinfo : Uays Hasyim, SE., MM., CT.HLC., CPS – Kapusinfo Kwarcab Sidoarjo;

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *