SELF MANAGEMENT FOR ROVER & RANGER SCOUT

Liputan oleh : Susi Wahyuningsih

Pusinfo – Rover & Ranger Scout atau Pramuka tingkatan Penegak baik putra maupun putri bisa disebut sebagai anggota dewasa muda. Mereka sedang menapaki proses perpindahan dari dunia remaja menuju dewasa. Proses yang penuh dengan liku-liku, tantangan yang tak bisa dibilang ringan. Biasa disebut secara trend anak muda saat ini adalah proses pencarian jadi diri. Melalui kegiatan Pramuka, para Penegak ini akan dihadapkan dengan berbagai macam persoalan dalam berlatih di Gerakan Pramuka.

Sangat berbeda dengan dunia Penggalang, mereka sedang dipersiapkan untuk menjadi calon-calon pemimpin muda yang handal dan mumpuni menangani berbagai macam persoalan kehidupan. Hal ini menjadi sebuah dasar bagi Gugus Depan manapun untuk terus mengupayakan penempaan bagi para anggota Pramuka Penegak yang aktif dalam kegiatan Kepramukaan.

Sebagaimana kegiatan latihan Pramuka yang diadakan oleh Ambalan Pangeran Diponegoro – RA Kartini Gugus Depan 02.075 – 02.076 pangkalan SMK Antartika 1 Buduran Sidoarjo, hari ini Sabtu tanggal 26 Februari 2022. Lebih dari 45 orang Pramuka Penegak dibawah bimbingan 3 orang Pembina Satuan, yakni Kak Suswiyono, Kak Susi Wahyuningsih dan Kak Ismail mengikuti kegiatan latihan pramuka rutin dengan diisi berbagai macam kegiatan yang memicu andrenalin.

Kegiatan latihan rutin kali ini diisi dengan Prusik, Flying Fox, Minipio, Fun Game menjinakkan bom dan lain-lainnya. Dalam pelaksanaannya para pramuka penegak sangat menikmati kegiatan ini, secara tidak langsung para peserta didik diajarkan untuk bagaimana mereka memikul tanggung jawab, disiplin dalam melaksanakan perintah dan arahan instruktrur dan kakak Pembina terutama disaat bermain high rope – prusik dan flying fox, sehingga keselamatan peserta dapat menjadi prioritas selain kegiatan yang mengasyikkan, nilai keberanian juga diajarkan dari berbagai permainan yang dilakukan bersama-sama, keberanian mengambil keputusan maupun keberanian memimpin dan dipimpin.

Selain nilai-nilai diatas yang di peroleh, semangat pantang menyerah dan lebih aktif didalam berbagai macam kegiatan guna menumbuhkan kemampuan mereka juga diajarkan. Fighting Spirit yang ditanamkan ini diharapkan dapat menjadi bekal adik-adik didalam menghadapi berbagai perubahan yang terjadi begitu cepat dewasa ini. Hal ini juga menjadi modal dalam mempersiapkan diri untuk terjun di masyarakat sebagai wahana bakti yang sebenarnya. (Pusinfo – Kak SW)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.