Terapkan Prinsip “Leave No Trace”, Calon Penegak Laksana SMK Telkom Adakan Pengembaraan ke Puthuk Siwur (1429 Mdpl)

Pusinfo – Pada akhir pekan lalu, anggota pramuka SMK Telkom Sidoarjo menjalani pengembaraan yang membawa mereka melintasi hutan menuju puncak Puthuk Siwur Desa Claket Pacet Mojokerto, pada hari Jum’at – Sabtu tanggal 12 – 13 Januari 2024. Gunung Puthuk Siwur berada di ketinggian 1429 Mdpl. Pengembaraan dilakukan sebagai proses pemenuhan Syarat Kecakapan Umum (SKU) Penegak Laksana. Jika Penegak Bantara diharapkan mampu menjadi bagian dalam kehidupan masyarakat.

Maka Penegak Laksana dituntut untuk melaksanakan tugas-tugas dan memberikan contoh yang baik di lingkungan masyarakat. Secara harfiah, “penegak laksana” bisa diartikan sebagai seseorang atau sesuatu yang menerapkan atau melaksanakan dengan tegas dan sungguh-sungguh. Frasa ini dapat merujuk pada individu atau kelompok yang berkomitmen untuk mengimplementasikan suatu prinsip atau tindakan dengan konsisten dan tekun. Pada penempuhannya tentu tingkat kesulitan dan resiko antara Bantara dan Laksana juga akan berbeda.

Pengembaraan ini tidak hanya menguji keterampilan bertahan hidup mereka, tetapi juga memperkaya pengalaman dan semangat kebersamaan di antara para peserta. Pengembaraan dimulai dengan briefing intensif tentang keterampilan bertahan hidup di alam liar, navigasi, dan kerjasama tim. Persiapan untuk pengembaraan pramuka sangat penting untuk memastikan keselamatan dan keberhasilan perjalanan.

Langkah persiapan yang diambil sebelum mengadakan pengembaraan pramuka yaitu perencanaan rute, pemeriksaan perlengkapan, pelatihan keterampilan survival, pengaturan peralatan medis, persiapan pangan dan air, pengumpulan informasi cuaca dan lingkungan, pengorganisasian tim, serta evaluasi resiko.

Pentingnya melakukan manajemen risiko secara menyeluruh dan rencanakan langkah-langkah pengamanan sesuai kebutuhan termasuk melakukan survey lokasi dan medan pendakian oleh tim pioner. Rencana darurat juga disusun dan informasikan kepada semua peserta jika cuaca dan kondisi tidak mendukung dan memiliki resiko tinggi. Penting untuk memastikan bahwa semua peserta memahami rencana dan persiapan secara menyeluruh untuk menghindari masalah selama pengembaraan.

Baca Juga  Sanggar Bakti Pramuka Kwarran Candi Diresmikan oleh Wakil Bupati Sidoarjo

Setelah itu, peserta memulai pendakian ke puncak Puthuk Siwur, perjalanan yang mempesona bagi para pecinta alam dan petualangan dengan latar belakang hamparan pegunungan yang hijau dan udara segar yang mengalir, jalur pendakian ini menawarkan pengalaman mendalam yang sulit dilupakan.

Meskipun keindahan alamnya menakjubkan, jalur pendakian ini tidak terlepas dari tantangan. Puthuk Siwur menawarkan medan yang beragam, dari tanjakan curam hingga lembah yang hijau. Beberapa bagian dari jalur ini membutuhkan keahlian navigasi dan keterampilan mendaki yang baik, memberikan pengalaman yang menantang namun memuaskan bagi para pendaki yang mencari petualangan.

Penting untuk mencatat bahwa pelestarian alam dan kebersihan jalur pendakian menjadi fokus utama. Para pendaki diharapkan untuk menjaga sampah mereka sendiri, menghormati tumbuhan dan hewan setempat, serta mengikuti pedoman-pedoman untuk meminimalkan dampak lingkungan selama perjalanan.

Ajarkan peserta untuk membawa kembali sampah mereka sendiri dan mematuhi prinsip “Leave No Trace” untuk menjaga kelestarian lingkungan. Selalu perhatikan perubahan cuaca dan bersiap untuk mengatasi kondisi cuaca yang tidak terduga. Pertimbangkan untuk membatalkan atau mengubah rencana jika kondisi cuaca sangat buruk.

Pengembaraan ini tidak hanya memberikan pengalaman menyenangkan, tetapi juga melibatkan pramuka dalam pembelajaran praktis. Generasi Z cenderung mencari pengalaman langsung dan mendalam dengan alam. Mendaki gunung memberikan kesempatan untuk merasakan keindahan alam secara langsung dan mengembangkan koneksi emosional dengan lingkungan. Mereka memperoleh keterampilan bertahan hidup, meningkatkan kemampuan navigasi, dan belajar menghargai keanekaragaman alam.

Selain itu, momen-momen ketika mereka harus mengandalkan satu sama lain untuk mengatasi kesulitan juga memperkuat ikatan persahabatan di antara peserta. Aktivitas di alam terbuka seperti mendaki gunung telah terbukti memiliki manfaat kesejahteraan mental. Mendaki gunung memberikan pengalaman tantangan fisik dan mental yang dapat meningkatkan rasa pencapaian pribadi.

Baca Juga  Wujudkan Karya Bakti Pramuka di Bulan Ramadhan, SBH Sidoarjo Gelar Kegiatan RAHMAT 2024

Pengembaraan pramuka kali ini bukan hanya petualangan fisik semata, tetapi juga perjalanan rohaniah dan pembelajaran yang mendalam. Para peserta pulang dengan rasa kebanggaan atas pencapaian mereka, keterampilan baru yang dikuasai, dan kenangan tak terlupakan yang akan membekas sepanjang hidup. Semangat pramuka yang tangguh dan kebersamaan tim menjadi kunci sukses dalam menjalani pengembaraan yang menantang ini. [Red]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *