Pramuka Delta — Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka, Kak Komjen Polisi (Purn) Drs. H. Budi Waseso, menegaskan pentingnya penguatan peran strategis Gerakan Pramuka Jawa Timur dalam mendukung kemandirian bangsa, khususnya di bidang swasembada pangan dan pembinaan karakter generasi muda.
Penegasan tersebut disampaikan dalam sambutannya pada Pelantikan Pengurus Majelis Pembimbing Daerah (Mabida), Kwartir Daerah (Kwarda), dan Lembaga Pemeriksa Keuangan (LPK) Gerakan Pramuka Jawa Timur Masa Bakti 2025–2030 di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Rabu (11/2/2026).

Dalam amanatnya, Kak Budi Waseso menekankan bahwa pelantikan bukan sekadar seremonial organisasi, melainkan momentum untuk meneguhkan komitmen pengabdian dan tanggung jawab moral dalam membina generasi muda.
“Di pundak kakak-kakak sekalian tersemat harapan besar. Gerakan Pramuka bukan hanya wadah pembinaan, tetapi kawah candradimuka yang melahirkan generasi tangguh, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan zaman yang dinamis dan kompleks,” tegasnya.
Menurutnya, di tengah arus globalisasi, percepatan teknologi, serta disrupsi digital yang semakin masif, Gerakan Pramuka memiliki misi besar dalam menjaga jati diri bangsa. Pendidikan kepramukaan, lanjutnya, tidak hanya membentuk keterampilan praktis, tetapi juga karakter kepemimpinan, disiplin, kepedulian sosial, serta kecintaan terhadap lingkungan dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Kak Budi Waseso menyampaikan ucapan selamat kepada Gubernur Jawa Timur selaku Ketua Mabida dan jajaran pengurus Kwarda Jawa Timur yang telah dilantik. Ia mengingatkan bahwa amanah tersebut bukan sekadar jabatan struktural, tetapi kepercayaan yang mengandung tanggung jawab moral untuk menggerakkan nilai-nilai kepramukaan di tengah masyarakat.
“Pengurus harus menjadi suri teladan dalam ucapan, sikap, dan tindakan dengan mengamalkan Satya dan Darma Pramuka secara konsisten. Dengan keteladanan itu, Pramuka akan semakin dipercaya dan dicintai masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi sinergi yang selama ini terbangun antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Gerakan Pramuka. Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi kekuatan penting dalam menghadirkan aksi nyata, termasuk dalam respon cepat terhadap berbagai bencana nasional.
Kak Budi Waseso secara khusus menyoroti kontribusi Pramuka Jawa Timur dalam membantu korban bencana di Sumatera dan Aceh. Langkah tersebut dinilainya sebagai bukti konkret bahwa Pramuka hadir sebagai garda terdepan aksi kemanusiaan nasional.
“Ini adalah wujud nyata pengamalan Satya dan Darma Pramuka dalam menolong sesama manusia. Pramuka Jawa Timur menunjukkan bahwa organisasi ini bukan hanya simbol, tetapi kekuatan sosial yang bergerak cepat dan terorganisir,” katanya.
Dalam arahannya, Ketua Kwarnas juga menegaskan bahwa Gerakan Pramuka saat ini memfokuskan pengabdian pada upaya mendukung swasembada pangan nasional, sejalan dengan visi pembangunan nasional.
Menurutnya, Indonesia memiliki kekayaan alam dan tanah yang subur. Namun potensi tersebut hanya akan menjadi kekuatan nyata jika dikelola oleh generasi muda yang terampil, bertanggung jawab, dan memiliki karakter kuat.
“Kolaborasi antara pemerintah dan Gerakan Pramuka adalah kunci untuk mewujudkan swasembada pangan. Kita harus mendorong gugus depan, terutama yang berpangkalan di sekolah, memiliki lahan pangan terintegrasi. Dari sana adik-adik kita belajar kemandirian dan produksi pangan secara nyata,” tegasnya.

Ia berharap dari Gerakan Pramuka Jawa Timur akan lahir “pahlawan-pahlawan pangan” yang mampu menjaga ketahanan dan kedaulatan pangan Indonesia di masa depan.
Lebih jauh, Kak Budi Waseso mengingatkan bahwa tantangan Gerakan Pramuka ke depan bukan hanya mempertahankan eksistensi organisasi, tetapi mampu menjadi solusi konkret bagi berbagai persoalan bangsa, termasuk krisis moral, degradasi karakter, hingga ancaman disintegrasi.
“Keberhasilan organisasi tidak ditentukan oleh satu orang, tetapi oleh kerja sama tim yang solid dan kompak. Jadikan amanah ini sebagai ladang pengabdian tulus. Kita berkarya bukan hanya untuk hari ini, tetapi untuk masa depan bangsa,” ujarnya.
Pelantikan pengurus Mabida, Kwarda, dan LPK Gerakan Pramuka Jawa Timur Masa Bakti 2025–2030 ini menjadi titik awal konsolidasi gerakan lima tahun ke depan. Di bawah arahan Kwarnas, Pramuka Jawa Timur diharapkan semakin adaptif, progresif, serta konsisten membangun generasi muda yang kreatif, mandiri, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.
“Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberikan petunjuk dan bimbingan kepada kita semua dalam melanjutkan dharma bakti membangun kaum muda demi Indonesia yang lebih maju,” pungkas Ketua Kwarnas.[Red]
— Pusdatin Kwarda Jatim —
Share this content: