Jejak Pramuka – Di tengah semangat revitalisasi gerakan kepanduan, Kwartir Ranting (Kwarran) Tarik sukses menggelar Musyawarah Ranting (Musran) sebagai ajang tertinggi pengambilan keputusan dan penyusunan strategi organisasi untuk masa bakti mendatang. Forum krusial ini tidak hanya menjadi panggung evaluasi kinerja, tetapi juga menjadi wadah konsolidasi bagi seluruh gugus depan di wilayah Tarik untuk merumuskan inovasi program yang lebih adaptif terhadap tantangan zaman.

Dengan semangat kekeluargaan yang kental, Musran ini diharapkan mampu melahirkan nahkoda baru yang visioner, yang siap membawa pramuka Tarik semakin “Sakti”—selaras, aktif, kreatif, terampil, dan inovatif—demi mencetak generasi muda yang berkarakter unggul dan berjiwa Pancasila.
Bertempat di Aula Kecamatan Tarik pada hari Kamis, 12 Februari 2026, suasana musyawarah berlangsung dengan sangat dinamis namun tetap dalam koridor etika kepanduan. Acara ini dihadiri oleh berbagai unsur penting, mulai dari jajaran pengurus Kwartir Cabang Sidoarjo, Majelis Pembimbing Ranting (Mabiran), pengurus ranting, hingga Dewan Kerja Ranting (DKR). Kehadiran seluruh elemen ini menunjukkan komitmen kolektif untuk menjaga keberlangsungan organisasi di tingkat kecamatan agar tetap solid dan memiliki daya saing yang tinggi.
Tidak hanya unsur pimpinan, Musran ini juga melibatkan partisipasi aktif dari utusan Gugusdepan yang terdiri dari para Pembina serta pramuka Penegak dan Pandega. Keterlibatan mereka sangat krusial dalam merumuskan kebijakan dan mengevaluasi program kerja, mengingat mereka adalah ujung tombak pembinaan di lapangan. Melalui forum ini, aspirasi dari akar rumput diserap untuk memastikan bahwa program kerja yang akan datang benar-benar menjawab kebutuhan peserta didik dan relevan dengan perkembangan teknologi serta sosial di wilayah Tarik.

Dalam sambutannya, Dr. H. Mustain Baladan, M.Pd.I., selaku Ketua Harian Kwarcab Sidoarjo, menekankan pentingnya forum ini sebagai sarana konsolidasi organisasi yang efektif sekaligus ruang regenerasi kepengurusan yang sehat. Beliau menegaskan bahwa Musran bukan sekadar agenda rutin lima tahunan, melainkan pijakan strategis untuk melahirkan kepemimpinan yang berkarakter, tangguh, dan profesional. Harapan besar disematkan agar pengurus yang terpilih nantinya memiliki dedikasi tinggi dan visi progresif dalam membawa Kwarran Tarik menuju kejayaan yang lebih nyata.
Lebih lanjut, Kak Mustain juga menyoroti target capaian tertinggi bagi peserta didik, yaitu mencetak kader-kader Pramuka Garuda yang berkualitas. Menurut beliau, program kerja yang dirumuskan harus mampu memfasilitasi pencapaian tersebut sebagai indikator keberhasilan pembinaan. Dengan sinergi yang baik antara tingkat ranting dan cabang, diharapkan pramuka di Tarik dapat menjadi teladan di masyarakat serta memberikan kontribusi nyata dalam menyiapkan generasi muda yang siap mengabdi tanpa batas.
Senada dengan hal tersebut, Camat Tarik selaku Ketua Majelis Pembimbing Ranting (Kamabiran), kak Muhammad Rofik, S.Sos., M.M., memberikan arahan bahwa Musran adalah momentum strategis untuk penguatan, penyatuan, dan penataan organisasi secara menyeluruh. Beliau memaknai estafet kepemimpinan sebagai proses penting dalam melanjutkan pembangunan yang progresif di wilayah Kecamatan Tarik. Inovasi dan dedikasi menjadi kunci utama agar Gerakan Pramuka tetap mampu menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks.

Kamabiran juga berpesan agar pemimpin yang lahir dari forum ini dapat menjadi sosok yang mampu mengayomi dan memberikan arah yang jelas bagi kemajuan Kwartir Cabang Kabupaten Sidoarjo pada umumnya. Dengan semangat gotong royong, beliau meyakini bahwa penataan organisasi yang baik akan berdampak langsung pada kualitas karakter generasi muda yang berjiwa Pancasila. Dukungan penuh dari pihak Mabiran akan selalu menyertai setiap langkah positif yang diambil oleh pengurus Kwarran terpilih demi kemajuan kepramukaan di Tarik.
Puncak dari musyawarah ini adalah terpilihnya kembali Drs. Suhardi Agus Wiyoto, M.Si. sebagai Ketua Kwarran Tarik secara aklamasi dan penuh kepercayaan. Kepemimpinan beliau yang dinilai stabil dan visioner pada periode sebelumnya menjadi alasan kuat bagi para pemegang suara untuk memberikan mandat kembali. Dengan nahkoda yang telah berpengalaman ini, Kwarran Tarik optimis dapat segera berlari kencang merealisasikan visi “Pramuka Sakti” dalam kurun waktu masa bakti yang baru.
Sebagai penutup, seluruh rangkaian Musran diakhiri dengan komitmen bersama untuk menjaga persatuan dan meningkatkan kualitas pembinaan di setiap gugus depan. Terpilihnya kembali Drs. Suhardi Agus Wiyoto menjadi babak baru bagi Kwarran Tarik untuk membuktikan bahwa Pramuka bukan sekadar organisasi kepanduan, melainkan laboratorium kepemimpinan yang produktif. Semoga hasil musyawarah ini membawa keberkahan dan kemajuan yang berkelanjutan bagi seluruh anggota pramuka di wilayah Kecamatan Tarik.[JP-Red]
Kontributor Berita : M. A. Mudhofar, S.Pd.I – Andaalan Urusan Binawasa;
Share this content: