Andalan Urusan Saka Kwarcab Sidoarjo ikut terjun Vertical Rescue dalam giat Orientasi Saka SAR Sidoarjo

Pusinfo – Andalan Urusan Saka Kwarcab Sidoarjo – kak Seno Hardjono ikut terjun dari ketinggian 25 meter dalam Giat Vertical Rescue hari Minggu 3 Maret 2024. Giat tersebut merupakan rangkaian kegiatan Orientasi Saka Sar Kwartir Cabang Sidoarjo tahun 2024 yang dilaksanakan mulai hari Sabtu 2 Maret 2024 di Kantor Basarnas Surabaya.

Kegiatan ini dipandu langsung oleh kak Wasis dan Tim Bidang Sumber Daya Kantor Pencarian dan Pertolongan Surabaya selaku Pimpinan Saka Sar Sidoarjo. “Vertical Rescue merupakan Teknik memindahkan (evakuasi) korban atau objek pada medan terjal dari tempat tinggi ke tempat yang lebih rendah atau sebaliknya” ungkap kak Wasis.

Seluruh peserta giat wajib mencoba, selain untuk melatih diri dalam kesiapsiagaan, juga agar paham betul Teknik dan tantangan yang ada saat vertical rescue.

Hal yang mengejutkan terjadi ketika kak Seno mau mencoba ikut praktik vertical rescue. Beliau mengatakan, Sebagai seorang Pembina Pramuka penting untuk menjadi role model bagi peserta didik. Sistem among Gerakan Pramuka mengharuskan kita (Pembina Pramuka) melaksanakan prinsip kepemimpinan yang diajarkan oleh Ki Hajar Dewantara, yaitu Ing Ngarso Sung Tulodho, Ing Madya Mangun Karso dan Tut Wuri Handayani.

Jadi kalau adik-adik harus mencoba terjun vertical rescue, ya Pembinanya terjun duluan untuk mengecek kesiapan dan keamanan serta mencontohkan bagaimana mengontrol diri kita untuk menghadapi suatu tantangan.

Sebelum terjun, kak Seno wajib mengenakan full body harness, sepatu dan helm keselamatan. Kemudian beliau naik menuju area penerjunan. Di Area tersebut kak Seno memasang peralatan lain seperti tali Karnmantel, carabiner, ancender dan beberapa peralatan lain yang menjadi standar pelaksanaan vertical rescue.

“Ternyata terdapat perbedaan antara terjunnya Basarnas dengan terjunnya TNI. Teknik yang digunakan TNI mengharuskan kita sampai di bawah lebih cepat, sedangkan Teknik di SAR harus perlahan, karena tujuan utamanya adalah keselamatan korban. Kita tidak mau kita sebagai penolong justru menjadi korban” tambah kak Seno. [Red]

Baca Juga  Dorong Rebranding Pramuka Melalui Diklat Kehumasan bagi Kwartir Ranting se-Sidoarjo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *