Pramuka Delta – Di tengah derasnya arus informasi digital, eksistensi sebuah gerakan tidak cukup hanya berjalan, tetapi harus terlihat, terdengar, dan dirasakan manfaatnya. Gerakan Pramuka sesungguhnya kaya akan nilai kebaikan, pengabdian, dan pembentukan karakter. Tantangannya hari ini bukan pada kurangnya kegiatan, melainkan kurangnya narasi yang mengangkat nilai di balik kegiatan tersebut.
Di sinilah Scout Branding menjadi kebutuhan strategis, bukan sekadar tren.
Pramuka Punya Nilai, Tinggal Dikemas
Setiap latihan, perkemahan, bakti sosial, musyawarah, hingga apel Pramuka mengandung nilai besar: disiplin, kepemimpinan, kepedulian, dan tanggung jawab sosial. Sayangnya, nilai-nilai ini sering tenggelam karena pemberitaan hanya fokus pada apa kegiatannya, bukan apa maknanya.
“Scout Branding menempatkan Pramuka bukan sebagai organisasi seremonial, tetapi sebagai gerakan pembentuk karakter dan solusi sosial”.
Dari 1 Kegiatan Menjadi Banyak Kebaikan Digital
Satu kegiatan Pramuka sejatinya bisa melahirkan banyak konten bermakna:
- Dokumentasi aksi → bukti nyata pengabdian
- Kutipan pembina → pesan moral & keteladanan
- Cerita peserta → inspirasi generasi muda
- Dampak kegiatan → manfaat bagi masyarakat
Dengan pendekatan ini, publik tidak hanya melihat Pramuka sibuk, tetapi bermanfaat.
Viral Boleh, Bermartabat Wajib
Viral bukan soal sensasi, tetapi soal relevansi dan kejujuran nilai. Konten Pramuka yang baik adalah konten yang:
- Faktual dan akurat
- Menunjukkan aksi nyata
- Menghadirkan manfaat sosial
- Menguatkan karakter dan etika
“Pramuka tidak perlu meniru gaya konten hiburan kosong. Cukup konsisten menampilkan kebaikan yang autentik, publik akan datang dengan sendirinya”.
Humas Pramuka: Penjaga Marwah Gerakan
Peran humas Kwarran dan Gudep hari ini bukan sekadar memotret dan mengunggah, tetapi:
- Menjaga narasi Pramuka tetap positif
- Mengemas kegiatan menjadi inspirasi
- Menjadi jembatan antara Pramuka dan masyarakat
Humas adalah penjaga wajah Pramuka di ruang publik digital.
Pramuka Relevan Karena Nilainya Hidup
Ketika Pramuka mampu menceritakan kegiatannya dengan bahasa zaman tanpa kehilangan nilai luhur, maka Pramuka akan kembali diminati. Bukan karena tren, tetapi karena dibutuhkan.
“Pramuka tidak kekurangan kegiatan. Pramuka hanya perlu lebih berani menampilkan kebaikannya”.
Penutup
Scout Branding bukan soal pencitraan, melainkan pewarisan nilai. Saat kebaikan Pramuka dikemas dengan tepat, maka Pramuka akan tetap relevan, bermartabat, dan berdampak—hari ini dan masa depan.[Red]
![]() | Tentang Penulis : Uays Hasyim, SE., MM., CT.HLC., CPS., CSE – (Kepala Pusat Informasi Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Sidoarjo, Purna Sekretaris Umum DKC Sidoarjo 1997 – 2000, Purna Ketua DKC Sidoarjo 2000 – 2002, Wartawan Pelajar (Kropel) Surabaya Post – 1997, Direktur HOLISTIQ Training 2007 – Sekarang; |
Share this content:
